JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Tangisan Histeris Endah Saat Lihat Ibunya Gantung Diri di Pohon Mahoni

Tangisan Histeris Endah Saat Lihat Ibunya Gantung Diri di Pohon Mahoni

672
BAGIKAN
Ilustrasi evakuasi korban gantung diri

KARANGANYAR– Aksi gantung diri semakin marak di wilayah
Karanganyar. Setelah rentetan warga yang bunuh diri beberapa waktu terakhir, Jumat (18/8/2017) aksi serupa kembali dilakukan oleh Harsini (74), petani asal Dusun Kepis RT 2/1, Desa Jatisobo, Jatipuro, Karanganyar.

Hingga kini belum diketahui pemicu aksi nenek itu nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung di tangga yang disandarkan di pohon mahoni belakang rumahnya. Jasad korban diketahui sekira pukul 05.00 WIB oleh anaknya sendiri, Endah Kusningsih (48) yang curiga mendapati ibunya tiba-tiba tidak ada di rumah.

Informasi yang dihimpun di lapangan, penemuan jasad korban diketahui ketika Endah terbangun sekira pukul 04.30 WIB. Saat itu ia hendak salat subuh dan melihat pintu kamar ibunya sudah dalam kondisi terbuka. Ia mengira ibunya melaksanakan salat tapi setelah disek
ternyata tidak.

Saksi kemudian mencari ibunya di dapur, juga tidak ada. Kemudian ia meminta tolong kepada tetangganya, Agus Supriyanto membantu mencari. Setelah dicari-cari, akhirnya dia langsung histeris saat menemukan ibunya sudah dalam kondisi meninggal dalam posisi tergantung di tangga bambu di pohon mahoni.

Korban menggantung dengan tali senar warna biru yang diikatkan di leher. Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak mengungkakan dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan, kejanggalan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Korban murni bunuh diri dengan cara menggantung memakai tali senar. Hasil visum dokter tidak menemukan tanda kekerasan atau penganiayaan. Dari keterangan keluarga menyampaikan korban tidak mempunyai riwayat sakit,”paparnya.

Dari olah TKP, petugas mengamankan barang bukti seutas tali yang terbuat dari plastik yang digunakan untuk sarana menggantung oleh korban. Aksi nggantung nenek Harsini semakin menambah panjang daftar warga Karanganyar yang nekat menempuh hara-kiri.

Berdasarkan catatan Joglosemar dari data di Mapolres, sudah ada lima kasus bunuh diri dalam rentang satu bulan terakhir. Kasus pertama tanggal 13 Juli warga Dukuh Gaum, Tasikmadu, Kamto (30) ditemukan nekat gantung diri gara-gara depresi kecelakaan. Sepekan berselang,
gliran Parmo (75) kakek asal Dukuh Winong, Jatisawit, Jatiyoso melakukan hal serupa akibat sakit kronis tak kunjung sembuh.

Ketiga, awal bulan ini, santri Ponpes Darul Mustofa Karangpandan, Sarip Jamaludin (24) asal Majalengka, Jabar juga gantung diri di rangka atap jemuran Ponpesnya. Kemudian 8 Agustus, Aksi berlanjut oleh Sarmin (48), warga Karanglo, Jeruksawit, Gondangrejo yang juga gantung diri di gubug karena depresi kejiwaan.Wardoyo