JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Terduga Teroris Karangpandan Ternyata Pengurus Muhammadiyah. Begini Kata PDM Karanganyar

Terduga Teroris Karangpandan Ternyata Pengurus Muhammadiyah. Begini Kata PDM Karanganyar

530
BAGIKAN
Tim Densus 88 Antiteror saat melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris di Karangpandan, Karanganyar, Selasa (15/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR-Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar mengakui bahwa terduga teroris Achmad Romadlan Deny (33) yang ditangkap oleh tim Densus 88 di Dukuh Segodo, RT 01/ 02 Dusun Karang Etan, Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, yang diciduk Densus 88 merupakan pengurus PDM Karanganyar yang baru dua pekan bergabung.

Hal itu disampaikan Ketua PDM Karanganyar, Syamsuri. Kepada Joglosemar, ia tidak menampik jika Achmad Romadlon Deny, merupakan anggota
Muhammadiyah yang baru bergabung dua pekan sebelum penangkapan.

Menurutnya selama ini Deny memang aktif memberikan kajian di Muhammadiyah, akan tetapi PDM sama sekali tidak mengetahui apabila yang bersangkutan ternyata terindikasi merupakan anggota jaringan
terorisme.

“Iya benar. Itu adalah anggota PDM. Baru masuk sekitar dua minggu. Dia orang baru, dan kami tidak tahu sebelumnya kalau ada keterlibatan dengan jaringan teroris,” paparnya dihubungi via telepon, Kamis (17/8/2017).

Lebih lanjut, Syamsuri menyampaikan saat ini PDM baru melakukan tahapan klarifikasi untuk menindaklanjuti penangkapan salah satu anggota PDM itu. Klarifikasi dimaksudkan untuk mengetahui benar tidaknya indikasi keterlibatan Deny dengan aktivitas jaringan terorisme.

Meski demikian, ia menegaskan jika benar Deny ada keterlibatan dengan jaringan teroris, maka hal itu tidak ada kaitannya dengan Muhammadiyah. Sebab bergabungnya Deny ke PDM baru dua pekan dan penangkapan oleh Densus 88 itu di luar sangkaan PDM.

“Kalau sudah tahu begitu (terlibat jaringan teroris), Muhammadiyah enggak mungkin lah mau. Makanya ini kami akan lakukan tabayun dan klarifikasi dulu. Semua kan baru diproses,” jelasnya.

Ditambahkan, jika benar nantinya terlibat jaringan atau aktivitas terorisme, maka PDM juga tidak segan untuk memberikan sanksi mengeluarkan Deny dari keanggotaan PDM Karanganyar.

Terpisah, Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak menyampaikan seluruh barang bukti berupa 18 item yang disita dari kediaman terduga sudah diamankan oleh Tim Densus 88. Di antaranya, sejumlah dokumen, berbagai buku, rompi, 8 keping VCD, dua unit HP serta dua SIM Card.

Buku-buku yang kemudian disita itu diduga kuat merupakan buku jihad begitu pula dokumen-dokumen dan VCD yang diamankan. Begitu pula terduga juga sudah dibawa saat hari penangkapan.

Seperti diberitakan bahwa Achmad Romadlon Deny (ARD) pulang dari masjid At Taqwa, dukuh Segodo, Desa Karang, Karangpandan, Karanganyar, pada Senin (14/8/2017), sekitar pukul 18:15 WIB tepat selesai menjadi imam di Masjid tersebut.

Sementara, Bupati Karanganyar, Juliyatmono ditemui usai upacara HUT RI
di Alun-Alun Karanganyar menyampaikan bahwa yang diamankan densus 88 tersebut, bukan merupakan warga Karanganyar, melainkan warga pendatang. Ia juga memastikan penangkapan Deny tidak mempengaruhi stabilitas Karanganyar dan menjamin Karanganyar tetap steril dari
teroris.

“Karanganyar merupakan daerah yang aman bagi persembunyian pelaku terorisme. Mereka masuk ke Karanganyar, salah satunya dengan cara menikah dengan warga dan melakukan aktifitas di Karanganyar,” ujar bupati. Wardoyo