JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Terduga Teroris Karangpandan Dibawa ke Jakarta. Muhammadiyah Akui Terduga Baru 2 Minggu...

Terduga Teroris Karangpandan Dibawa ke Jakarta. Muhammadiyah Akui Terduga Baru 2 Minggu Bergabung

97
BAGIKAN
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes R Djarod Padakova. Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Polda Jawa Tengah memastikan terduga teroris, Achmad Romadlan Deny (33) yang ditangkap oleh tim Densus 88 di Dukuh Segodo, RT 01/ 02 Dusun Karang Etan, Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar langsung dibawa ke Jakarta. Sementara, pihak Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar mengakui bahwa terduga teroris yang disebut-sebut pimpinan Jamaah Ansahrut Daulah (JAD) Jawa Tengah itu merupakan pengurus PDM Karanganyar yang baru dua pekan bergabung.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono melalui Kabid Humas Polda, Kombes R Djarod Padakova mengungkapkan setelah ditangkap dari kediamannya di Karangpandan, ARD langsung dibawa oleh tim Densus 88 ke Jakarta. Terkait penanganan selanjutnya terhadap ARD, Polda menyerahkan sepenuhnya kepada Densus 88 selaku yang berwenang menangani hal itu.

“Sudah langsung dibawa ke Jakarta oleh tim Densus 88 begitu penangkapan kemarin,” papar Kombes Djarod kepada Joglosemar, Kamis (17/8/2017).

Perihal indikasi keterlibatan dan status terduga yang disebut-sebut Amir atau pimpinan JAD Jateng, DJarod mengatakan bahwa hal itu menjadi kewenangan penyelidikan dari Densus 88. Polda maupun Polres tidak memiliki kewenangan untuk melakukannya.

Sehingga pihaknya juga belum mengetahui secara pasti keterlibatan dan status ARD terkait jaringan mana. Ia memastikan kapasitas Polda maupun Polres Karanganyar hanya membantu dan memback up kegiatan Densus 88 yang melakukan penangkapan ARD di wilayah Karangpandan.

Di sisi lain, informasi yang dihimpun Joglosemar, Deny ditangkap karena keterlibatannya sebagai pimpinan JAD wilayah Jawa Tengah. Tidak hanya itu, yang bersangkutan ternyata juga diketahui duduk dalam kepengurusan di PDM Karanganyar.

Hal itu dibenarkan Ketua PDM Karanganyar, Syamsuri. Kepada Joglosemar, ia tidak menampik jika Achmad Romadlon Deny, merupakan anggota Muhamadiyah yang baru bergabung dua pekan sebelum penangkapan. Menurutnya selama ini Deny memang aktif memberikan kajian di Muhammadiyah, akan tetapi PDM sama sekali tidak mengetahui apabila yang bersangkutan ternyata terindikasi merupakan anggota jaringan terorisme.

“Iya benar. Itu adalah anggota PDM. Baru masuk sekitar dua minggu. Dia orang baru, dan kami tidak tahu sebelumnya kalau ada keterlibatan dengan jaringan teroris,” paparnya dihubungi via telepon, Kamis (17/8/2017).

Lebih lanjut, Syamsuri menyampaikan saat ini PDM baru melakukan tahapan klarifikasi untuk menindaklanjuti penangkapan salah satu anggota PDM itu. Klarifikasi dimaksudkan untuk mengetahui benar tidaknya indikasi keterlibatan Deny dengan aktivitas jaringan terorisme.

Meski demikian, ia menegaskan jika benar Deny ada keterlibatan dengan jaringan teroris, maka hal itu tidak ada kaitannya dengan Muhammadiyah. Sebab bergabungnya Deny ke PDM baru dua pekan dan penangkapan oleh Densus 88 itu di luar sangkaan PDM.

“Kalau sudah tahu begitu (terlibat jaringan teroris), Muhammadiyah enggak mungkin lah mau. Makanya ini kami akan lakukan tabayun dan klarifikasi dulu. Semua kan baru diproses,” jelasnya.

Ditambahkan, jika benar nantinya terlibat jaringan atau aktivitas terorisme, maka PDM juga tidak segan untuk memberikan sanksi mengeluarkan Deny dari keanggotaan PDM Karanganyar.

Terpisah, Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak menyampaikan seluruh barang bukti berupa 18 item yang disita dari kediaman terduga sudah diamankan oleh Tim Densus 88. Di antaranya, sejumlah dokumen, berbagai buku, rompi, 8 keping VCD, dua unit HP serta dua Sim Card. Buku-buku yang kemudian disita itu diduga kuat merupakan buku jihad begitu pula dokumen-dokumen dan VCD yang diamankan. Begitu pula terduga juga sudah dibawa saat hari penangkapan.

Seperti diberitakan bahwa Achmad Romadlon Deny (ARD) pulang dari masjid At Taqwa, dukuh Segodo, Desa Karang, Karangpandan, Karanganyar, pada Senin (14/8/2017), sekitar pukul 18:15 WIB tepat selesai menjadi imam di Masjid tersebut.

Sementara, Bupati Karanganyar, Juliyatmono ditemui usai upacara HUT RI
di Alun-Alun Karanganyar menyampaikan bahwa yang diamankan densus 88 tersebut, bukan merupakan warga Karanganyar, melainkan warga pendatang. Ia juga memastikan penangkapan Deny tidak mempengaruhi stabilitas Karanganyar dan menjamin Karanganyar tetap steril dari
teroris.

“Karanganyar merupakan daerah yang aman bagi persembunyian pelaku terorisme. Mereka masuk ke Karanganyar, salah satunya dengan cara menikah dengan warga dan melakukan aktifitas di Karanganyar,” ujar bupati. (Wardoyo)