JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Terindikasi Lakukan Ini, Bupati Wonogiri Copot Kepala Desa di Slogohimo

Terindikasi Lakukan Ini, Bupati Wonogiri Copot Kepala Desa di Slogohimo

277
BAGIKAN
ilustrasi. Foto : Dok

WONOGIRI – Paling tidak ada 10 desa dari total 251desa di wilayah Wonogiri yang saat ini ditengarai bermasalah dalam mengelola dana desa. Bahkan, satu oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Slogohimo dilorot sementara dari kursi jabatannya.

Penghentian sementara itu dilakukan langsung oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyusul dugaan penyelewengan dana desa sekitar Rp 190 juta.

“Ya Kades yang bersangkutan sudah kami berhentikan sementara karena ada kesalahan administrasi dana (desa) itu,” tandas Bupati Wonogiri, Joko Sutopo kepada wartawan usai pelaksanaan Sosialisasi Dana Desa dan TP4D Tahun 2017 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Kamis (24/8/2017).

Namun dia enggan menyebutkan secara pasti desa yang dimaksudkan. Sosialisasi yang diikuti para kades, camat dan Kepala OPD di Wonogiri juga dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri Dodi Budi Kelana, Ketua TP4D yang juga Kasi Intel Kejari Triyanto. Acara diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Wonogiri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Wonogiri Semedi Budi Wibowo mengatakan, total dana desa yang ada di wilayah Wonogiri sekitar Rp 360,4 miliar lebih.

Angka tersebut di antaranya dari pemerintah pusat Rp 198, 7 M, APBD Wonogiri Rp 119,1 M, dana bagi hasil pajak Rp 4 M, serta bantuan provinsi (Banprov) Jateng Rp 19,3 M lebih.

“Hingga saat ini dana desa sudah terealisasi sekitar 60 persen. Sebagian besar untuk infrastruktur, kemudian irigasi, serta proyek air minum,” kata Semedi.

Kasi lntel Kejaksaan Negeri Wonogiri yang juga Ketua TP4D, Triyanto mengakui, kasus dana desa ditengarai muncul di wilayah Kecamatan Slogohimo dan Baturetno. Namun juga ada di wilayah lainnya. Saat ini jumlah total 10 desa yang masuk kategori indikasi menyeleweng.

“Sepuluh desa terindikasi itu tersebar di 10 kecamatan,” ungkap Triyanto sembari menyatakan belum saatnya membeberkan nama-nama desa itu.

Menurut dia, di salah satu desa Kecamatan Baturetno dana sekitar Rp 800 juta diduga tidak sesuai peruntukkannya.

Dikatakan, sebelum menyimpang lebih jauh, pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung ke 10 desa terindikasi dari hasil investigasi timnya.

“Karena TP4D ini sengaja dibentuk tugasnya mengamankan, mengawal dan mengarahkan agar dana desa tidak salah sasaran. Maka sejak awal kami akan setia mendampingi mereka (Kades) sehingga tidak terlibat korupsi,” ujar Triyanto.

Aris Arianto