JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Terlalu Ngeyel Tergiur Umrah Murah, Warga Sragen Malah Jadi Korban Penipuan Biro...

Terlalu Ngeyel Tergiur Umrah Murah, Warga Sragen Malah Jadi Korban Penipuan Biro First Travel

264
BAGIKAN
Ilustrasi

SRAGEN– Kemelut kebobrokan biro jasa penyedia umrah First Travel ternyata juga memakan korban asal Sragen. Satu orang warga yang diketahui berdomisili di Sragen, turut menjadi korban dugaan penipuan
oleh biro umrah bermasalah yang belakangan tengah menjadi sorotan
dunia tersebut.

Terungkapnya satu korban itu disampaikan Staff Penyelenggara Haji dan Umrah di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen, Fandi Adia Tama, Kamis (24/8/2017). Kepada Joglosemar, ia mengatakan sejauh ini, ada satu warga Sragen yang terdeteksi ikut menjadi korban penipuan oleh biro yang berpusat di Jakarta tersebut.

Hal itu diketahui ketika korban datang ke kantor Kemenang beberapa hari lalu. Kala itu korban berniat meminta rekomendasi untuk pembuatan paspor keberangkatan lewat biro lain. Namun karena biro First Travel sedang bermasalah dan korban malah meminta rekomendasi akan diberangkatkan dari biro lain, pihaknya langsung menolak permintaan itu.

“Kami tahunya ya kemarin pas dia (korban) datang ya bersamaan dengan kasus itu meledak di Jakarta. Sudah jelas bironya sedang bermasalah
dan diblacklist, dia bilang minta rekomendasi untuk mengurus paspor katanya yang memberangkatkan biro lain. Kan malah tidak masuk akal lagi. Apalagi utang First Travel itu masih banyak di katering, hotel juga. Makanya kemarin tidak kita buatkan,” paparnya kemarin.

Namun Fandi mengaku tidak hafal betul identitas dan domisili korban. Ia hanya mengingat bahwa korban memang tinggal di Sragen dan pernah mendaftar umrah ke First Travel atas ajakan saudaranya yang ada di Jakarta.

Sebelumnya, korban juga sempat datang ke Kemenag dan minta rekomendasi sebelum mendaftar. Kala itu, dirinya pernah memperingatkan untuk mempertimbangkan dulu lantaran dirinya sempat meragukan program umrah First Travel yang dinilai sangat tidak wajar.

“Tapi dia tetap ngeyel katanya sudah konsultasi saudaranya di Jakarta. Dia nekat daftar, katanya yang penting kon ndang gawe paspor. Akhirnya bener kan, bermasalah. Coba bayangkan, tariff umrah resmi yang dipatok Kemenag di kisaran Rp 22 juta, lha itu (First Travel) menawarkan harga Rp 13 juta sampai Rp 15 juta,” jelasnya.

Terkait kasus itu, pihaknya mengingatkan masyarakat lebih waspada dan cermat dalam memilih biro umrah dengan tidak mudah tergiur iming-iming paket murah. Menurutnya jika harga ditawarkan di bawah Rp 20 juta, hal itu patut dipertanyakan.

“Kalaupun berangkat, kami yakin nanti
pesawatnya transit atau ganti. Bisa jadi malah dioper dari Malaysia,” tukasnya. Wardoyo