JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Ternyata Ini Harapan Warga Sawit Setelah Menamai Anaknya Dengan Nama “Indonesia”

Ternyata Ini Harapan Warga Sawit Setelah Menamai Anaknya Dengan Nama “Indonesia”

383
BAGIKAN
Indonesia terlihat nyaman digendongkan ayahnya saat Joglosemar berkunjung ke rumahnya di Dukuh Mojosawit, RT 06/RW 02, Desa Kateguhan, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Rabu (23/8). Foto : Triawati Prihatsari

Dilahirkan tepat pada perayaan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI, seorang bayi di Desa Kateguhan, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali dinamai Indonesia.

Indonesia terlihat nyaman digendongkan ayahnya saat Joglosemar berkunjung ke rumahnya di Dukuh Mojosawit, RT 06/RW 02, Desa Kateguhan, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Di usianya yang belum genap 10 hari senyumannya tampak manis, rambunya hitam lebat dan sangat menggemaskan.

Adalah pasangan suami istri Kuncoro Bambang Nugraho (49) dan Lilis Setiawati (28) yang menamai buah hatinya itu Indonesia. Ya, Kuncoro yang merupakan PNS di UPT Pasar Umum Nogosari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Boyolali tersebut menamakan anak keduanya Indonesia lantaran lahir bertepatan dengan HUT RI, 17 Agustus.

Dipanggil “Indo”, bayi laki-laki yang lahir Rabu (17/8/2017) pukul 08.20 WIB melalui persalinan sesar tersebut diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang baik akhlak maupun perbuatannya.

“Bagi kami orangtuanya, kata Indonesia merupakan sebuah kata yang memiliki banyak berkah. Indonesia merupakan negara dengan banyak keanekaragamannya di segala hal. Semua keunikan dan hal menarik ada di Indonesia. Itulah harapan kami kepada Indo, supaya menjadi pribadi yang baik. Kalau baik kan mau menjadi apapun pasti baik juga, artinya tidak akan memiliki niat jahat. Misal menjadi pejabat ya tidak akan korupsi,” tutur ayah dua anak tersebut kepada Joglosemar, Rabu (23/8/2017).

Kuncoro mengaku awalnya tidak menyangka akan memiliki anak dengan tanggal lahir bertepatan dengan HUT RI. “Dulu saat kelas III SD, saya berdoa atau istilahnya nazar, kalau memiliki anak yang lahir pas kemerdekaan RI akan saya beri nama Indonesia. Dan alhamdulillah dikabulkan. Kesempatan ini bisa saja datang sekali seumur hidup,” paparnya.

Indonesia lahir dengan berat 4 kilogram dan panjang 53 sentimeter. Ibu Indonesia, Lilis bercerita bahwa Hari Perkiraan Lahir (HPL) Indonesia yaitu 17 Agustus 2017.

“Bertepatan dengan HPL itu, sesuai dengan kondisi medis saya memang harus disesar. Karena kalau terlalu lama di dalam rahim, takut plasentanya mengalami pengapuran. Sedangkan sampai pas HPL, Indonesia tidak ‘turun-turun’ juga. Akhirnya memang harus lahir pas tanggal itu dengan dioperasi,” ujarnya.

Menurut Lilis, Indonesia lahir dengan lancar tanpa kendala di RSUD Pandan Arang Boyolali. Lahirnya Indonesia, melengkapi kebahagiaan keluarga kecil yang sebelumnya telah dikaruniai anak pertama laki-laki bernama Naufal Indra Nugraha (4).

Triawati Prihatsari Purwanto