JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tragis, 10 Sertifikat Milik Pak RT dan Puluhan Gram Emas Ditemukan Sudah...

Tragis, 10 Sertifikat Milik Pak RT dan Puluhan Gram Emas Ditemukan Sudah Hangus Jadi Abu..

781
BAGIKAN
EVAKUASI PUING- Puluhan warga dan aparat gabungan bekerja bakti mengevakuasi puing reruntuhan di lima rumah warga Dukuh Karungan, Desa Karungan, Plupuh yang hangus terbakar api Rabu (2/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Musibah kebakaran hebat yang menghanguskan lima rumah milik warga Dukuh karungan RT 6, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh Senin (1/8/2017) menimbulkan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah. Tidak hanya itu dari musibah itu, tercatat ada 70 karung gabah hangus, perhiasan emas puluhan gram dan 10 sertifikat yang ditemukan sudah jadi abu.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi mengungkapkan berdasarkan hasil pendataan Polsek Plupuh, kerugian paling besar dialami oleh Ketua RT 6, Dirjo Sutomo (65) yang kehilangan tiga rumahnya berukuran 8 x 12 meter berikut isinya.

Hampir semua properti dan harta benda serta surat berhatga tidak ada yang bisa diselamatkan. Selain tiga rumah bernilai Rp 150 juta, ada 10 gram helang emas, 50 karung gabah, dan 10 sertifikat tanah dan pekarangan yang hangus terbakar. Sementara, untuk korban Sugiyono (45), selain rumah berukuran 8 x 12 meter, ada 5 ijazah sekolah, gelang 15 gram, dan 20 karung gabah yang juga hangus jadi abu.

Satu korban terakhir, Suryono, (37), mengalami kerugian relatif lebih sedikit karena sebagian barang sudah diselamatkan meski rumahnya ikut hangus terbakar. Total kerugian dari lima rumah itu diperkirakan mencapai Rp 300 juta.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan tim identifikasi Polres, penyebab kebakaran dipastikan dari api kompor yang kemudian memicu ledakan dari tabung gas yang digunakan untuk memanasi sayur nangka di dapur Pak RT,” paparnya Rabu (2/8/2017).

Di sisi lain, Kades Karungan, Joko Sunarso mengungkapkan kemarin langsung dilakukan kerja bakti yang melibatkan puluhan warga dari 4 Rukun Tetangga (RT) terdekat. Kerja bakti juga dibantu dari tim Muspika, Polsek, RAPI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI dan berbagai pihak.

Kerja bakti dilakukan untuk mengevakuasi puing-puing reruntuhan untuk persiapan dibangun kembali. Perihal bantuan, menurutnya para korban sudah menerima bantuan dari pihak ketiga seperti PMI, RAPI, dan beberapa donator lainnya.

“Kami juga sudah mengontak komunitas warga yang di perantauan agar ikut membantu. Kemarin yang ada di Batam, Jakarta, Medan dan beberapa wilayah sudah siap untuk mengumpulkan bantuan. Untuk sementara, para korban mengungsi di rumah sanak saudara terdekat dulu,” terangnya.

Sementara, Camat Plupuh, Sumarno memastikan kejadian itu sudah dilaporkan ke Bupati dan diperkirakan dari Dinas Sosial (Dinsos) dan Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) hari ini akan terjun memberikan bantuan.

Perihal bantuan rehabilitasi rumah mengingat kelima rumah rusak berat dan rata tanah, menurutnya nantinya menunggu dari UPTPK dan Dinsos.

“Tadi fokusnya membersihkan puing reruntuhan rumah dulu agar bisa segera didirikan rumah lagi. Sambil menunggu bantuan. Kalau bantuan tanggap darurat sudah banyak dari RAPI, PMI, HIRA dan beberapa lainnya,” terangnya. Wardoyo