JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tragis, Hendak Jajan Bakso, Guru Paud Di Sragen dan Adik Sepupu...

Tragis, Hendak Jajan Bakso, Guru Paud Di Sragen dan Adik Sepupu Tewas Tergilas Truk. Jasadnya Sempat Ditutupi Koran

6539
BAGIKAN
TEWAS MENGENASKAN- Kondisi kedua korban tewas sesaat sebelum dievakuasi oleh petugas kepolisian dalam kecelakaan maut di Simpang Tiga, Pondok, Sambungmacan, Jumat (18/8/2017) pagi. Foto/Polres Sragen

SRAGEN– Kecelakaan maut antara sebuah truk dan pengendara sepeda motor terjadi di jalur Sragen-Ngawi tepatnya di kilometer 13-15 Depan Simpang Tiga, Pondok, Sambungmacan, Jumat (18/8/2017) pagi. Dua orang tewas seketika dengan tubuh remuk setelah tergilas truk sedangkan satu balita yang ikut membonceng, mengalami luka berat.

Korban tewas semuanya adalah perempuan yang tercatat merupakak kakak beradik sepupu. Keduanya diketahui bernama Septi Astuti (24), guru PAUD asal Dukuh Korowelang RT 50, Desa Banaran, Sambungmacan dan adik sepupunya, Winda Wulandari (27), yang tinggal di desa yang sama.

Keduanya tewas mengenaskan dengan tubuh remuk setelah terlindas truk traktor bernopol S 8616 PB yang dikemudikan Salim (35) warga Dukuh Sumberbendo RT 5/1, Desa Sumberbendo, Saradan, Madiun, Jatim. Tidak hanya itu, kecelakaan itu juga nyaris merenggut putra dari Winda yang masih balita, Nanda (1,5). Nanda yang diboncengkan di tengah lolos dari maut namun mengalami luka berat serta dirawat di RSUD Sragen.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi sekira pukul 07.00 WIB. Data yang diperoleh Joglosemar dari warga, pagi itu ketiga korban mengendarai sepeda motor Honda Vario AD 2122 PN dengan Septi berada di depan sedang Winda dan anaknya membonceng di belakang.

Motor melaju dengan kecepatan sedang dari arah timur (Sambungmacan) menuju ke arah Sragen. Tak jauh di belakang mereka, truk yang dikemudikan Salim melaju dengan kecepatan sedang juga.

Beberapa meter menjelang lokasi kejadian, jarak dua kendaraan itu sangat dekat. Entah karena terburu-buru atau tidak memperhatikan situasi kendaraan di belakangnya, korban kemudian berniat membelok ke kanan untuk singgah di warung bakso milik kakak mereka yang ada di utara jalan.

Nahas, karena jarak terlalu dekat, saat sepeda motor berbelok ke kanan, truk tidak tanggap. Karena jarak sangat dekat, motor tersenggol truk yang kemudian terjatuh. Malang tak dapat ditolak, kedua korban jatuh tepat di depan roda truk yang kemudian tanpa ampun langsung menggilas dua bersaudara itu.

“Keduanya tewas di lokasi kejadian. Septi yang mengendarai di depan mengalami luka patah pada paha, kaki, tangan dan badannya luka parah akibat terlindas. Sementara Winda mengalami luka dada patah dan kaki kiri maupun kanan patah,” ujar Kasatlantas AKP Dwi Erna Rustanti melalui Kanit Laka Iptu Sudarmaji, seusai olah TKP.

Sesaat setelah mendapat laporan, tim unit Laka Pos Jati, Sambungmacan langsung meluncur ke lokasi melakukan evakuasi korban dan olah TKP.Jasad kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Sragen begitu pula korban balita yang mengalami luka harus mendapat perawatan intensif di RSUD Sragen. KOndisi sepeda motor juga ringsek sedangkan truk mengalami rusak pada bagian depan.

Kades Banaran, Sambungmacan, Susilo membenarkan insiden kecelakaan yang menewaskan kedua korban yang diketahui kakak beradik sepupu tersebut. Menurutnya, berdasarkan keterangan keluarga, pagi itu mereka berdua sedianya hendak singgah ke warung bakso milik kakak mereka.

“Ceritanya itu mereka ajeng teng kios bakso milik kakaknya yang jadi juragan bakso. Yang belakang mbawa anaknya yang masih bayi. Terus kecelakaan itu, yang kakak beradik mati semua, yang bayinya dibawa ke RSUD. Ini tadi saya habis layatan ke rumah duka,” paparnya kepada Joglosemar.

Ia membenarkan bahwa Septi adalah guru PAUD di salah satu PAUD di wilayah Banaran. (Wardoyo)