JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Tragis, Maunya Ritual di Puncak Lawu, Pria Ini Malah Ditemukan Jadi Begini..

Tragis, Maunya Ritual di Puncak Lawu, Pria Ini Malah Ditemukan Jadi Begini..

397
BAGIKAN
Tim Sukarelawan Anak Gunung Lawu (AGL) dan SAR, serta elemen lain saat menngevakuasi jasad pendaki yang tewas di Puncak Lawu, Selasa (22/8/2017). Joglosemar/Istimewa

KARANGANYAR– Seorang pendaki ditemukan dalam kondisi tewas di salah satu gubuk yang berada di Argo Dumilah atau pos 5 puncak Gunung Lawu, Selasa (22/08/2017). Diduga kuat, pendaki tersebut tewas saat sedang melakukan prosesi ritual dan spiritual yang dilakukannya di puncak Lawu.

Jasad korban yang kemudian diketahui bernama Sularno warga Dusun
Sidmulyo RT 3/9 Desa Dawung kecamatan Matesih tersebut ditemukan
sekitar pukul 09.30 WIB. Penemuan mayat korban pertama kali diketahui
oleh salah satu orang yang tinggal di Hargo Dalem, Marni.

Pagi itu, ia kaget saat menemukan tubuh Sularno di salah satu gubuk di Hargo Dalem. Marni kemudian langsung melaporkan hal itu ke Posko
pendakian Cemoro Kandang dan Polsek Tawangmangu. Kapolsek
Tawangmangu, AKP Rianto, mengatakan, Sularno diketahui naik menuju
puncak lalu sejak tanggal 16 Agustus lalu.

Menurut kapolsek, sebelum naik, Sularno menyerahkan identitas diri
kepada petugas di Cemoro Kandang. Setelah lima hari sejak naik ke puncak, Polsek Tawangmangu dan petugas di pintu masuk Cemoro Kandang menerima informasi jika Sularno ditemukan meninggal dunia.

“Setelah menerima laporan temuan mayat tersebut, tim anak gunung lawu bersama Polsek Tawangmangu, langsung naik menuju puncak Lawu untuk melakukan evakuasi terhadap Sularno. Jenazah korban dibawa turun melalui Cemoro Sewu,” kata Kapolsek, Selasa (22/08/2017).

Dijelaskan Kapolsek, meninggalnya Sularno, diduga karena kelelahan dan kedinginan selama berada di puncak dan tidk pertolongan sama sekali. Pasalnya, Sularno yang menderita tuna rungu, hanya sendirian melakukan pendakian.

“Dugaan kita Sularno kelelahan dan kedinginan selama melakukan
pendakian,” terang Kapolsek.

Kapolsek menyampaikan bahwa keluarga korban menjemput jenazah di pos
Cemoro Kandang. Menurut dia, keluarga korban menolak apabila korban
mendapatkan autopsi.

“Keluarga menolak autopsi. Oleh karena itu hanya visum luar. Jenazah langsung diserahkan ke keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” tukasnya.

Sementara Ketua Sukarelawan Anak Gunung Lawu (AGL), Rusdiyanto
mengatakan tim gabungan sukarelawan dari Karanganyar, Jawa Tengah, dan Jawa Timur berhasil mengevakuasi korban pada Selasa pukul 10.00 WIB. Sukarelawan terbagi menjadi empat sru. Mereka naik melalui jalur
pendakian Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur. Sukarelawan dan korban
sampai ke Cemoro Sewu pukul 17.22 WIB. Wardoyo