JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Trenyuh Lihat Penderitaan Korban Kebakaran, PMI Sragen dan Beberapa Komunitas Sumbangkan...

Trenyuh Lihat Penderitaan Korban Kebakaran, PMI Sragen dan Beberapa Komunitas Sumbangkan Donasi

286
BAGIKAN
SERAHKAN BANTUAN- Kepala Markas PMI Sragen, Dwi Purwanto saat menyerahkan bantuan uang dan terpal kepada ketiga korban kebakaran di Desa Karungan, Plupuh, Rabu (2/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– musibah kebakaran yang melukuhlantakkan lima rumah warga Dukuh Karungan, Karungan, Plupuh Selasa (1/8/2017) membuat sejumlah pihak tergerak untuk menggalang bantuan.

Salah satunya PMI Sragen yang Rabu (2/8/2017) langsung terjun menyerahkan bantuan kepada korban. Kepala Markas PMI Sragen, Dwi Purwanto mengungkapkan tiga pemilik rumah yang terbakar masing-masing diberi bantuan sejumlah Rp 750.000 dan satu buah terpal. PMI juga menerjunkan sukarelawan membantu mengevakuasi puing reruntuhan.

“Ini sebagai wujud kepedulian PMI terhadap musibah yang dialami oleh ketiga warga di Desa Karungan, Plupuh ini. Semoga bisa bermanfaat membantu meringankan beban mereka,” terangnya.

Tim sukarelawan PMI Sragen bersama BPBD dan unsur terkait saat bergotong royong membersihkan puing reruntuhan korban kebakaran di Karungan, Plupuh, Rabu (2/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

Tidak hanya PMI, sejumlah pihak juga kemudian bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk ketiga korban. Kades Karungan, Joko Sunarso mengungkapkan bantuan juga datang dari komunitas RAPI, HIRA, dan beberapa donator lainnya.

“Kami juga sudah mengontak komunitas warga yang di perantauan agar ikut membantu. Kemarin yang ada di Batam, Jakarta, Medan dan beberapa wilayah sudah siap untuk mengumpulkan bantuan. Untuk sementara, para korban mengungsi di rumah sanak saudara terdekat dulu,” terangnya.

Sementara, Camat Plupuh, Sumarno memastikan kejadian itu sudah dilaporkan ke Bupati dan diperkirakan dari Dinas Sosial (Dinsos) dan Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) hari ini akan terjun memberikan bantuan.

Perihal bantuan rehabilitasi rumah mengingat kelima rumah rusak berat dan rata tanah, menurutnya nantinya menunggu dari UPTPK dan Dinsos.

“Tadi fokusnya membersihkan puing reruntuhan rumah dulu agar bisa segera didirikan rumah lagi. Sambil menunggu bantuan. Kalau bantuan tanggap darurat sudah banyak dari RAPI, PMI, HIRA dan beberapa lainnya,” terangnya. Wardoyo