JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Usai Ringkus Jaringan Perampok Sadis, Polres Sragen Bongkar Penadah Truk Rampokan. Sindikatnya...

Usai Ringkus Jaringan Perampok Sadis, Polres Sragen Bongkar Penadah Truk Rampokan. Sindikatnya Bikin Geleng Kepala

2063
BAGIKAN
TRUK RAMPOKAN- Wakapolres Sragen, Kompol Danu Pamungkas Totok saat mengecek kondisi truk rampokan hasil tindak kejahatan sindikat perampok sadis yang diamankan dari pembeli keempat dan jaringan penadah, Selasa (15/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Polres Sragen terus menunjukkan kelihaiannya dalam mengusut kasus sindikat perampokan lintas provinsi yang salah satunya merampok truk dan membunuh sopir asal Agus Budino (59) asal Sidoarjo, Jatim beberapa waktu lalu. Selain menangkap dua tersangka utama, polres kembali membongkar sindikat penadah truk hasil rampokan yang melibatkan empat tersangka.

Menariknya, sama halnya jaringan perampoknya, sindikat penadah ini juga digawangi oleh banyak tersangka dengan masing-masing memiliki peran sendiri-sendiri. Sindikat ini juga terbilang profesional dan sistematis lantaran mampu merubah tipikal dan kondisi truk dengan cepat untuk menghilangkan jejak kendaraan hasil rampokan.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengungkapkan sindikat penadah itu ditangkap dari hasil penangkapan dua tersangka perampokan sadis terhadap Agus Budiono, masing-masing Wardoyo alias Doyok (40), warga Dukuh Pondok RT 19, Sambirejo, Sragen dan Suwarno alias Pak Lurah (53), warga Dukuh Trans Tanjungan, Kampung Selatan atau Dukuh Sarirejo, Jetis, Sambirejo beberapa waktu lalu.

“Dari kedua tersangka, kita kembangkan akhirnya menangkap lagi empat orang tersangka lainnya yang berperan sebagai penadah. Ternyata mereka ini memang bekerja sangat sistematis dan profesional,” paparnya saat menggelar rilis pengungkapan Selasa (15/8/2017).

Empat tersangka penadah itu Juni Suryanto (38) sopir asal Dukuh Diwek, RT 3/3, Sungging Sari, Parakan, Temanggung, Maryono (41), sopir asal Sumbersari, Parakan, Temanggung, Abdul Khakim (48), warga Lingkungan Kebon RT 1/7, Kebonsari, Temanggung dan Nur hadi (41) warga Kranjan RT 1/1, Tegalrejo, Ringanom, Kendal.

Mereka merupakan penadah yang telah membeli truk W 9042 UZ milik Agus Budiono yang dirampok oleh Wardoyo dan Suwarno serta jaringannya dua pekan silam. Dari keduanya bersama dua tersangka lainnya berinisial J dan S, truk dijual Wawan di Parakan, temanggung seharga Rp 30 juta.

Dari Wawan dijual ke Maryono sebesar Rp 55 juta, dengan perantara Juni Suryanto memperoleh keuntungan Rp 1,1 juta. Dari tersangka Maryono, truk kembali dilempar ke Abdul Khakim yang kemudian diganti nomor E 8490 KJ seharga Rp 74 juta namun sudah dirombak baknya diganti besi.

Dari Abdul Khakim, truk rombakan itu dijual kembali ke H Kusnanto seharga Rp 80 juta dengan warna bak sudah diganti dari kuning menjadi merah serta pelat diganti H 1242 EQ dengan STNK dan BPKB menyesuaikan. Nama terakhir ini saat ini masih buron.

“Sindikat ini memang bekerja sistematis dan profesional. Bayangkan kejadian hari Jumat, Rabu kita sudah dapatkan truk ini dengan kondisi yang sudah berubah total dari aslinya. Nomor rangka dan nomor mesin, bak diganti besi, warna diubah hanya dalam tempo empat hari dan dijual berganti tangan sampai empat kali,” jelasnya.

Dari sindikat ini, juga terungkap bahwa jaringan perampok yang digawangi Wardoyo dan Suwarno itu merupakan jaringan besar yang sebagian pelakunya masih dalam pengusutan. Mereka sudah beraksi di banyak lokasi termasuk di Jakarta dan Lampung. Hal itu diperkuat dengan temuan banyak ATM, SIM dari orang-orang lampung dan Jakarta yang diduga menjadi korbannya.

“Kepada empat penadah akan dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” tandasnya. (Wardoyo)