Wah, Calon Haji Ini Nekat Bawa Rokok di Luar Ketentuan!

Wah, Calon Haji Ini Nekat Bawa Rokok di Luar Ketentuan!

62
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
TEMUAN RATUSAN BATANG ROKOK—Pekerja memindahkan koper milik calon jamaah haji di Asrama haji Donohudan, Boyolali, Selasa (1/8/2017). Petugas menemukan ratusan batang rokok di koper milik calon jamaah haji.

SOLO – Petugas Bagian Perbekalan Embarkasi Solo menemukan ratusan batang rokok dari dalam tas koper para calon haji. Hingga Selasa (1/8/2017), ditemukan setidaknya 560 batang rokok dari 28 calon haji yang diperiksa.

Kepala Sub Bagian Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Badrus Salam mengungkapkan, pemerintah Saudi Arabia mulai menerapkan sanksi atau denda bagi jamaah yang membawa rokok melebihi jumlah yang ditentukan yaitu maksimal 200 batang. Tidak tanggung-tanggung, jamaah haji yang melanggar ketentuan tersebut dapat didenda sebesar 10 ribu real atau setara dengan Rp 35 juta.

Baca Juga :  Keraton Solo Bentuk Bebadan Internal, Dijamin Tak Picu Konflik

“Jumlah tersebut setara dengan ongkos sekali naik haji. Maka kami mengimbau kepada seluruh calon haji untuk tidak membawa rokok dan uang melebihi ketentuan. Kalau rokok sejumlah maksimal 200 batang. Kalau uang maksimal Rp 100 juta. Penerapan denda ini mulai diberlakukan tahun ini,” ujarnya, Selasa (1/8/2017).

Badrus menambahkan, sosialisasi tentang larangan membawa rokok lebih dari 200 batang tersebut disampaikan petugas pada saat calon haji tiba di asrama haji. “Setelah diumumkan, mayoritas calon haji yang membawa rokok melebihi batas langsung melapor kepada petugas, kemudian dilakukan pembongkaran,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pansus Tukar Guling Aset Pemkot Panggil Pihak Ketiga

Sementara itu, Kabid Perbekalan PPIH Embarkasi Solo, Ahmad Rifki mengatakan, temuan rokok hampir selalu ada setiap hari sejak calon haji kloter pertama masuk Jumat (28/7/2017) lalu.

“Namun secara sadar, para calon haji memberitahukan kepada kami bahwa mereka membawa rokok. Kemudian dilakukan pembongkaran untuk mengurangi rokok yang mereka bawa. Rata-rata per orang membawa dua slop rokok. Padahal sesuai ketentuan hanya boleh membawa maksimal satu slop lebih sedikit atau maksimal 200 batang,” tukasnya.

#Triawati Prihatsari Purwanto

 

BAGIKAN