JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Wah, Oknum Makelar Gentayangan Jelang Penetapan 6 Kadinas Baru di Sragen

Wah, Oknum Makelar Gentayangan Jelang Penetapan 6 Kadinas Baru di Sragen

246

SRAGEN– Mendekati detik-detik akhir penentuan nama kandidat kepala dinas (Kadinas) terpilih hasil seleksi job fit eselon II, sejumlah oknum dikabarkan mulai bergerilya. Dengan dalih dekat dengan
kepemimpinan Sragen, oknum makelar itu juga dilaporkan telah menghubungi sebagian kandidat dengan bahasa akan ikut memperjuangkan.

Hal itu mencuat setelah beberapa kandidat yang lolos tiga besar mengaku mendapatkan telepon dari orang tak dikenal dalam beberapa waktu terakhir. Oknum tersebut berasal dari latarbelakang berbeda-beda.

Ada yang berstatus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga mengaku sebagai orang dekat dengan pemerintahan saat ini. Meski berbeda latar belakang, intinya pembicaraan mereka serupa yakni mengarahkan dan menawarkan bisa membantu memperjuangkan agar terpilih menjadi
kandidat.

“Saya sudah beberapa waktu ketika baru mau masuk tiga besar itu. Ada memang yang menelepon mengaku sebagai LSM. Bilangnya bisa bantu ngomongkan ke pimpinan. Tapi enggak ada yang saya tanggapi,” ujar NT, salah satu kandidat yang lolos tiga besar di sebuah instansi.

Tidak hanya NT, rupanya aksi telepon dengan bahasa yang sama juga diakui oleh beberapa pejabat yang masuk nominasi 3 besar terakhir. Namun mereka mengakui oknum-oknum penelepon itu belum menyebutkan apapun termasuk indikasi permintaan uang atau lainnya.

“Belum nyebut soal itu. Hanya bilang ingin bantu bisa ngomongkan begitu. Tapi saya juga enggak menanggapi. Saya hanya mengikuti proses mawon,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan pelatihan (BKPP) Sragen, Sarwaka mengaku belum mendengar soal kabar adanya oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM atau pihak-pihak tertentu terkait proses penentuan kandidat Kadinas. Ia memastikan bahwa oknum-oknum itu dimungkinkan hanya pihak-pihak yang sengaja ingin memanfaatkan situasi saja.

Sebaliknya ia menegaskan bahwa proses job fit sudah digelar sesuai prosedur dan tahapan yang ditentukan. Sementara hasil dari panitia seleksi (Pansel) serta jawaban dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) juga sudah disampaikan ke bupati selaku pejabat pengambil keputusan (PPK) terakhir siapa satu nama yang akan dipilih.

“Enggak, enggak ada yang diperintahkan dan saya pastikan itu hanya oknum saja. Makanya saya minta jangan ditanggapi. Proses job fit sudah kita jalankan sesuai UU ASN. Tapi untuk nama yang terpilih, itu menjadi hak prerogatif bupati yang diyakini juga punya pertimbangan penilaian tersendiri siapa kandidat yang akan dipilih,” tegasnya. (Wardoyo)

BAGIKAN