JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Cerita Panas Dibalik Dugaan Korupsi Pesawat “Lawu Air” Karanganyar Yang Bakal Seret...

Cerita Panas Dibalik Dugaan Korupsi Pesawat “Lawu Air” Karanganyar Yang Bakal Seret Belasan Tersangka

272
BAGIKAN
Pesawat Lawu Air menjadi salah satu koleksi Edupark Karanganyar | Foto; Joglosemar/Rudi Hartono

KARANGANYAR– Kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat terbang “Lawu Air” (sekarang diganti Karanganyar Air) yang dipajang di obyek wisata Edu park Dusun Beji, Kecamatan Tasikmadu, dipastikan bakal makin membuat panas dingin banyak nama di Karanganyar. Hal itu menyusul isyarat dari Polres yang memastikan kasus dugaan korupsi tahun 2014 itu akan menyeret belasan nama yang berpotensi untuk berstatus sebagai tersangka.

Isyarat itu disampaikan Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, Senin (25/9/2017). Kepada Joglosemar, ia mengungkapkan penanganan berkas kasus itu memang sudah ada yang lengkap alias P-21. Menurutnya ada empat berkas dengan satu berkas diantaranya sudah dinyatakan lengkap.

Sementara, tiga berkas lainnya juga tinggal menunggu waktu untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Kapolres bahkan mengisyaratkan dari empat berkas itu, jumlah total calon tersangkanya mencapai belasan orang.

Satu diantaranya adalah mantan Kabid Cipta Karya DPU Karanganyar, berinisial PR. Sedangkan belasan lainnya belum bisa dipublikasikan.

“Totalnya mungkin sekitar 17 nama. Yang sudah lengkap satu berkas dan sudah kita limpahkan tahap kedua ke Kejaksaan sekitar seminggu yang lalu. Yang lain ini tinggal menunggu saja,” paparnya kemarin.

Perihal apakah dari belasan nama itu melibatkan pejabat atau pihak di luar pejabat, Kapolres masih enggan membeberkan. Ia hanya menggaransi dalam waktu tidak lama lagi, kasus itu akan segera dirilis. Termasuk untuk beberapa berkas yang masih menunggu kelengkapan.

“Segera nanti akan kita rilis,”jelasnya.

Ia menegaskan Polres tetap konsisten dalam menuntaskan dugaan kasus korupsi yang berpotensi merugikan negara hampir Rp 0,5 miliar tersebut. Komitmen itu juga ditunjukkan dengan proses penanganan yang sampai menyeret belasan nama termasuk di dalamnya ada oknum mantan pejabat di Karanganyar.

“Komitmen kita tegas. Siapapun yang terlibat, tetap kita proses. Jumlahnya pun kan sampai belasan orang,” jelasnya.

Terpisah, sebelumnya, Kajari Karanganyar, IDG Wirajana, melalui Kasie
Pidsus Hanung Widyatmaka, mengatakan berkas kasus tersebut masih menjadi kewenangan penyidik Polres. Pihaknya tinggal menunggu pelimpahan dari penyidik Polres.

Sementara data yang dihimpun Joglosemar, kasus dugaan korupsi itu bermula ketika Pemkab Karanganyar akan membangun loka wisata pendidikan dengan pengadaan tiga unit pesawat, masing-masing dua unit helicopter bekas dan satu unit pesawat Boeing 727 Air Bus 200, yang juga barang bekas pada tahun 2014 silam.

Untuk memuluskan wacana itu, Pemkab mengalokasikan anggaran Rp 2 miliar untuk pengadaan tiga pesawat bekas tersebut. Dua bangkai helicopter dan satu pesawat Boeing itu diketahui dibeli dari Kurator Pesawat Batavia di Jakarta.

Namun dalam perjalanannya, ternyata pembelian pesawat bekas yang satu diantaranya dipermak dengan label “Lawu Air” itu hingga perakitannya diketahui tidak sesuai dengan harga sebenarnya. Ada selisih harga lebih mahal atau penggelembungan harga yang mengakibatkan potensi kerugian negara mencapai Rp 500 juta atau Rp 0,5 miliar. (Wardoyo)