JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Dugaan Korupsi Dana Aspirasi Karanganyar Rp 1,8 Miliar, Polres Isyaratkan Segera...

Dugaan Korupsi Dana Aspirasi Karanganyar Rp 1,8 Miliar, Polres Isyaratkan Segera Tetapkan Tersangka

201
BAGIKAN
AKBP Ade Safri Simanjuntak.Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Polres Karanganyar langsung bergerak cepat setelah menerima pelimpahan berkas penyelidikan kasus dugaan penyelewengan dana aspirasi Desa Jatiharjo, Kecamatan Jatipuro sebesar Rp 1,8 miliar yang tlah dilimpahkan oleh Polda Jawa Tengah (Jateng) pekan lalu.

Kapolres bahkan mengisyaratkan segera melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka dalam kasus yang disebut-sebut menyeret 100 saksi dan sebagian mantan anggota DPRD Karanganyar periode 2009-2014 tersebut.

Kepastian itu disampaikan Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, Minggu (24/9/2017). Kepada wartawan, ia mengungkapkan pihaknya akan segera melakukan gelar perkara bersama Polda Jateng dan tim penyidik unit criminal khusus (krimsus) Sat Reskrim Polres Karanganyar.

Menurut Kapolres, dalam gelar perkara tersebut, akan dilihat sampai sejauh mana proses penyelidikan yang dilakukan oleh Ditkrimsus Polda Jateng, terhadap kasus ini. Gelar perkara itu sekaligus akan dijadikan sebagai analisa untuk menentukan langkah selanjutnya yang akan
dilakukan terhadap kasus itu.

“Segera kita lakukan gelar perkara. Dari situ (gelar perkara) akan kita analisa langkah selanjutnya,” paparnya.

Menurut Kapolres, dari gelar perkara itu pula, nantinya akan bisa diketahui serta dijadikan sebagai dasar untuk menentukan siapa tersangka dalam kasus tersebut. Ia menyampaikan sejauh ini memang belum ada penetapan tersangka.

“Dari hasil gelar perkara ini nantinya yang akan menentukan siapa tersangka dalam kasus ini,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penyimpangan dana aspirasi Desa Jatiharjo, Kecamatan Jatipuro, sebesar Rp 1,8 miliar, dilimpahkan tim penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah (Jateng), ke Polres Karanganyar, Selasa (19/09/2017). Saat itu, Direskrimsus Polda Jateng, telah meminta keterangan sejumlah pihak yang disebut mencapai 100 orang saksi di Polsek Jatipuro.

Bahkan, sejumlah saksi yang diperiksa, menyebut nama sejumlah anggota DPRD Karanganyar yang meminta jatah dari hasil pencairan dana tersebut. Mereka adalah anggota DPRD periode 2009-2014 yang sebagian diantaranya diketahui masih aktif menjabat di periode 2014-2019.

Terpisah, Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto enggan berkomentar terkait indikasi keterlibatan sejumlah mantan legislator periode 2009-2014 yang sebagian disebut masih terpilih dan menjabat saat ini. Namun ia mengaku memang sudah mendengar kasus itu meski tidak secara detail (Wardoyo)