JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Geger Mayat Berusia 100 Tahun Tergeletak di Hutan Mantingan. Saat Ditemukan Kondisinya...

Geger Mayat Berusia 100 Tahun Tergeletak di Hutan Mantingan. Saat Ditemukan Kondisinya Sungguh Mengenaskan

465
BAGIKAN
TINGGAL KERANGKA- Kondisi jasad Mbah Harjo Sumarto, kakek berusia 100 tahun asal Grasak, Gondang, Sragen saat kali pertama ditemukan tinggal tulang di hutan Mantingan, Ngawi, Sabtu (23/9/2017). Foto/Istimewa

SRAGEN– Warga Grasak, Gondang digegerkan dengan temuan mayat tinggal kerangka yang tergeletak di wilayah Hutan Bulak Timun, Mantingan, Ngawi, Sabtu (23/9/2017) petang pukul 18.00 WIB. Mayat kakek yang kemudian diketahui bernama Harjo Sumarto (100), warga Dukuh Grasak RT 42, Gondang, itu ditemukan dalam kondisi sudah tinggal kerangka.

Diduga kuat, korban sudah meninggal sekitar sebulan silam. Hal itu didasarkan keterangan pihak keluarga yang sempat melaporkan korban sudah meninggalkan rumah sejak 11 Agustus silam dan tidak diketahui keberadaannya.

Data yang dihimpun di lapangan, jasad kakek yang diperkirakan berusia 100 tahun itu ditemukan tanpa sengaja oleh warga di sekitar Hutan Bulak Timun, Ngawi, sekitar pukul 18.00 WIB. Saksi sempat kaget karena saat ditemukan, kondisi korban sudah tinggal tulang dan pakaian yang melekat saja.

Saat ditemukan, yang tersisa hanya pakaian korban yang membalut tulang. Korban mengenakan pakaian celana pendek dan baju batik lengan panjang warna kuning. Korban dikenali dari tongkat (teken) stainless yang tergeletak di sampingnya. Tongkat inilah yang selama ini menjadi penuntun langkah yang sehari-hari digunakan oleh korban.

Penemuan mayat itu kemudian ditindaklanjuti oleh Polsek Mantingan dengan mengevakuasi kerangka korban itu ke RSUD Dr Soeroto, Ngawi. Selanjutnya dilakukan visum oleh petugas medis setempat.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Gondang, AKP SUhardi membenarkan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dari visum dan barang yang ditemukan di lokasi kejadian, akhirnya dikenali bahwa korban adalah Harjo Sumarto, kakek asal Grasak, Gondang yang dilaporkan hilang oleh anaknya, Marjono pada 14 Agustus silam.

Kepala Markas PMI Sragen, Dwi Purwanto melalui Koordinator Sukarelawan, Endro menyampaikan saat dievakuasi, kondisi korban memang sudah tinggal kerangka dibalut pakaian. Selesai divisum, jasad korban kemudian diserahkan ke pihak kerabat untuk dimakamkan.

Terpisah, Ketua RW Dukuh Grasak, Gondang, Bambang Widjo Purwanto membenarkan korban adalah warganya. Berdasarkan keterangan kerabat, korban memang sudah tua akan tetapi tidak ada penyakit yang dideritanya.

Meski demikian, korban sering dipergoki tiba-tiba jalan sendiri keluar rumah dengan tongkat. Korban juga sempat tidak pulang sejak 11 Agustus silam dan dicari ke mana-mana tidak ketemu.

“Kalau sakit enggak, tapi kadang sering jalan keluar sendiri. Nah pada saat kejadian sebulan lalu itu ada yang tahu korban jalan sendiri ke arah selatan dan sudah sebulan lebih enggak pulang. Tadi sudah dimakamkan sekitar jam 14.00 WIB,” tandasnya. Wardoyo