JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Geger Penemuan Mayat Berhelm di Bendungan Kedung Kancil, Sragen Saat Malam Takbiran....

Geger Penemuan Mayat Berhelm di Bendungan Kedung Kancil, Sragen Saat Malam Takbiran. Diduga Korban Pembunuhan

2055
BAGIKAN
Kondisi jasad pria paruh baya saat pertama kali diketahui mengapung di pintu saluran Bendungan Kedung Kancil, Brojol, Miri, Kamis (31/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Semarak malam takbiran Idul Adha di wilayah Kecamatan Miri mendadak berubah menjadi kegemparan, Kamis (31/8/2017) malam. Warga digegerkan dengan kabar penemuan mayat yang mengambang di perairan Kedung Kancil, Desa Brojol, Kecamatan Miri.

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi mengapung bersama sampah yang menumpuk di pintu kedung. Keberadaan mayat itu langsung membuat warga berhamburan ke lokasi kejadian.

“Saya tahunya ada warga bilang di Kedung Kancil ada mayat. Tadi langsung ke lokasi dan malah merinding. Kondisinya di dekat pintu air dan kelihatannya pakai helm,” ujar Warsito, warga setempat kepada Joglosemar, Kamis (31/8/2017) malam.

Penemuan mayat itu langsung diteruskan ke polsek setempat. Tak lama berselang, tim Polsek Miri dipimpin Kapolsek AKP Fajar Nur Ihsanudin langsung mengevakuasi jasad korban bersama tim SAR, PMI Sragen dan BPBD.

Saat dievakuasi, jasad pria paruh baya itu diketahui mengenakan celana panjang, kemeja batik dan jaket hitam. Kondisi korban mengapung dalam posisi telungkup.

Sempat berkembang kabar, jasad tersebut diduga adalah korban pembunuhan. Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Miri AKP Fajar membenarkan adanya penemuan jasad di Kedungkancil tersebut.

“Tadi ditemukan tanpa sengaja oleh warga yang mengecek debit air di Kedungkancil yang akan digunakan nyedot tanaman jagung. Saat disenteri, ada helm mengapung, lalu ada mayat. Dilaporkanlah ke polsek dan tadi langsung dievakuasi bersama SAR,” paparnya Kamis (31/8/2017) malam.

Perihal penyebab kematian korban, saat ini masih dalam penyelidikan. Kepala Markas PMI Sragen, Dwi Purwanto melalui Koordinator Sukarelawan, Endro menyampaikan setelah dievakuasi Tim Reaksi Cepat PMI bersama SAR dan BPBD, jasad korban langsung dikirim ke RSUD Gemolong untuk dilakukan visum. #Wardoyo