JOGLOSEMAR.CO Sport Hadapi PSIR Rembang, Persis Solo Langsung Total Menyerang

Hadapi PSIR Rembang, Persis Solo Langsung Total Menyerang

63
BAGIKAN
Joglosemar – Insan Dipo Ferdias
PERSIS SOLO MENANG- Pemain PERSIS Solo, Widya Wahyu Fitriyanto (No 23) (daua dari kanan) dan teman-teman melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PERSIPUR Purwodadi dalam laga Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (13/8). PERSIS Solo Menang telak 4-0 atas PERSIPUR Purwodadi.

SOLO – Permainan menyerang akan diperagakan Persis Solo saat menjalani laga lanjutan lawan PSIR Rembang di Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (4/9/2017) sore. Skuad besutan Widyantoro hanya membutuhkan sebiji gol untuk memastikan diri lolos ke babak 16 besar.

Ada segudang keuntungan yang dipunya Laskar Sambernyawa untuk melakoni laga 40 menit tersebut. Dari segi jumlah pemain, Persis Solo akan bermain lengkap dengan 11 pemain. Tiga pergantian pemain masih bisa dimaksimalkan untuk mengubah strategi.

Selain itu, M Wahyu dan kawan-kawan tiba lebih cepat di Malang. Mereka punya kesempatan untuk menggelar latihan di kandang tim Arema FC, Minggu (3/9/2017) sore. Dengan berbagai faktor itu, Persis Solo punya cukup bekal untuk bermain dengan kekuatan penuh sejak awal pertandingan.

Rencananya, dua pergantian akan langsung dipakai sejak menit pertama. Persis Solo berencana mengubah skema dari 4-5-1 menjadi 4-4-2.

Pelatih Persis Solo, Widyantoro berharap masuknya Rudiyana yang berduet dengan Tri Handoko bisa memberi perubahan. Terutama untuk membongkar pertahanan PSIR yang dikenal cukup kuat.

“Skema dua penyerang sudah kita coba dalam beberapa sesi latihan. Hasilnya cukup positif. Semoga saat pertandingan nanti hal sama juga bisa dilakukan. Kita akan langsung gempur pertahanan Rembang,” terang Widyantoro kepada Joglosemar, Minggu (3/9/2017).

Soal Stadion Kanjuruhan, pria asal Magelang itu menyebut kondisi rumput cukup bagus. Stadion yang berlokasi di kecamatan Kepanjen itu menggunakan rumput besar, sejenis rumput gajah, yang sering dijumpai ketika berlatih di Stadion Sriwedari Solo. Pola permainan dengan umpan-umpan pendek pun bisa diperagakan.

“Kita manfaatkan latihan tadi sore (kemarin) untuk adaptasi lapangan. Secara karakteristik lapangan, anak-anak sudah cukup hafal setiap sudutnya. Tinggal kami berharap pengadil lapangan bisa fair dalam membuat keputusan. Tidak seperti saat di Rembang lalu,” tuturnya.

Jomplang dengan Persis Solo, kondisi berbeda dialami PSIR Rembang. Dalam laga itu, PSIR terancam main dengan sembilan pemain saja.

Pasalnya, satu pemain yang masuk starting eleven pada pertandingan perdana, 16 Juli lalu, yakni Rio Pradana sudah dicoret. Satu pergantian tersisa akan digunakan untuk memasukkan Dwi Cahyono, menggantikan Ilyas Sayogie yang sedang cedera.

Satu pemain lagi yang terancam tak bisa tampil adalah Koko Hartanto. Pagi ini, penyerang asli Rembang itu akan menjalani akad nikah.

Tim pelatih Laskar Dampo Awang hanya bisa berharap Koko mau berangkat dan tiba di Stadion Kanjuruhan Malang sebelum pertandingan dimulai pukul 15.00 WIB.

“Kondisinya memang serba sulit. Paling bagus kita hanya main dengan sepuluh pemain. Sedangkan lawan bermain lengkap dan punya tiga pergantian pemain. Kita akan coba melakukan yang terbaik dan keunggulan satu gol bisa dipertahankan,” ucap Pelatih PSIR, Hadi Surento.

Hadi menyebut strategi bertahan akan dimaksimalkan. Strategi itu dianggap paling realistis dengan kondisi tim yang kalah jumlah pemain.  “Memang tidak ada pilihan lain selain bertahan. Sesekali kita juga akan lakukan serangan balik,” lanjutnya.

Sama seperti pertandingan di Stadion Krida Rembang, 16 Juli lalu, Adi Kristiawan asal Malang akan memimpin jalannya pertandingan. Dia dibantu dua asisten wasit, Slamet asal Blitar dan Zaenal Mustofa asal Bogor.

Kala itu, pertandingan dihentikan menit 50 menyusul adanya kerusuhan di tribun timur yang membuat ribuan suporter Rembang meluber ke lapangan. Sesuai keputusan Komisi Banding (Komding) PSSI, seluruh biaya pertandingan ditanggung PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator Liga 2.

Nofik Lukman Hakim