JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Hari Pertama Ujicoba 7 Jalur Satu Arah di Sragen, Banyak Pengendara Tertangkap...

Hari Pertama Ujicoba 7 Jalur Satu Arah di Sragen, Banyak Pengendara Tertangkap Kebingungan

616
BAGIKAN
Petugas Dishub Sragen saat memberikan imbauan kepada pengemudi mobil yang masih kebingungan dan nekat melawan arus di jalur Veteran selatan Alun-Alun pada hari pertama ujicoba SSA, Selasa (19/9/2017).Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen memprediksi sistem satu arah (SSA) yang diterapkan di tujuh ruas jalan di Sragen Kota bisa mengurangi kemacetan di wilayah kota hingga 40 %. Sementara, penerapan ujicoba SSA yang diresmikan Selasa (19/9/2017), masih diwarnai banyaknya pengendara yang kebingungan karena belum tahu kebijakan SSA tersebut.

Kepala Dishub Sragen, Muhari mengungkapkan ujicoba SSA di tujuh jalur
itu akan dilakukan sampai akhir bulan September ini. Selama masa ujicoba, di semua titik akan disiagakan personel Dishub bersama kepolisian untuk melakukan pengawasan serta memberikan imbauan kepada pengendara yang belum tahu.

“Sambil kita evaluasi. Kalau nanti betul-betul sudah efektif selama masa ujicoba, baru kita ajukan dibuat SK Bupati,” paparnya seusai peresmian kemarin.

Menurut Muhari, penerapan SSA itu berlaku untuk semua jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Selama masa ujicoba, penerapan SSA akan dimulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Ia memprediksi pemberlakuan SSA itu bisa mengurangi kemacetan hingga 40 %. Sistem itu juga dinilai sebagai salah satu solusi dan terobosan untuk mengatasi masalah kemacetan yang selama ini menjadi problem lalu lintas di hampir semua jalur yang bersimpangan dengan perlintasan kereta api wilayah kita.

Seperti dekat perlintasan Alun-Alun, Pasar Bunder bagian Barat dan Perlintasan teguhan yang selama ini sering terjadi kemacetan panjang
apabila ada kereta lewat. Sistem itu juga sebagai antisipasi kemacetan dampak dari perluasan lintasan kereta api dengan dobel track.

“Ini baru tahap I. Nanti ada tahap II, III dan seterusnya. Saat ini yang harus dipecahkan adalah kemacetan di sekitar Alun-Alun dan Pasar Bunder. Untuk perlintasan Teguhan nanti wacananya diperluas dan kita akan segera koordinasi dengan Dishub pusat,” terangnya.

Perihal titik rawan penumpukan arus dan pelanggaran, Muhari memperkirakan kerawanan itu ada di sekitar perlintasan baik Alun-Alun maupun Pasar Bunder bagian barat. Pasalnya, pengawasan petugas hanya sampai jam 22.00 malam.

Sementara, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengapresiasi terobosan yang dilakukan Dishub dengan menerapkan SSA tersebut. Ia sangat berharap sistem itu setidaknya bisa menjadi solusi sementara mengurai kemacetan di wilayah kota.

Di sisi lain, pada hari pertama ujicoba kemarin, masih banyak pengendara yang bingung dan nekat melintas jalur yang dilarang. Pantauan Joglosemar, banyak pengendara dari arah timur selatan rel kereta yang masih terlihat hendak nekat belok ke arah Alun-Alun atau lurus ke Pasar Bunder.

Kemudian ada pengendara dari arah Stadion Taruna yang juga masih nyelonong melaju ke utara arah Alun-Alun. Banyaknya pengendara yang bingung itu terpaksa membuat petugas Dishub dan Satlantas yang disiagakan, harus berjibaku memberikan imbauan dan meminta mereka kembali ke jalur yang benar.

“Iya, masih banyak yang bingung dan belum tahu,” ujar Iptu Sunarjono, Kanit Patroli Satlantas saat bersiaga di selatan perlintasan Alun-Alun. (Wardoyo)