JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Layaknya Panglima TNI, Sambutan Danramil di Sragen Ini Bikin Merinding Saat Nonbar...

Layaknya Panglima TNI, Sambutan Danramil di Sragen Ini Bikin Merinding Saat Nonbar Film G30S/PKI PKI

591
BAGIKAN
NOBAR FILM G30S/PKI- Ratusan warga dan santri di Ponpes Miri, saat menyaksikan acara nonton bareng (nobar) film G30S/PKI di lapangan Desa Sunggingan, Miri, Sabtu (23/9/2077) malam. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Meski memicu pro dan kontra, pemutaran film pengkhianatan G30S/PKI secara massal di wilayah Sragen tak surut. Sebaliknya, aksi nonton bareng film yang berkisah kekejaman PKI dan rencana kudeta NKRI tahun 1965 itu justru semakin meluas hingga kalangan santri di Pondok Pesantren.

Salah satunya yang digelar oleh Koramil Miri dan Tanon. Di Miri, sedikitnya 750 orang dari masyarakat dan santri Ponpes At Taqwa Sunggingan, Miri dikerahkan untuk menyaksikan nonton bareng (Nobar) di Lapangan Dukuh Pondok, Desa Sunggingan, Miri, Sabtu (23/9/2017) malam.

Dandim Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prarsetyo melalui Komandan Koramil Miri, Kapten Prihatin Yudo Tri Widodo mengatakan acara nobar tersebut diprakarsai oleh Koramil setempat bersama Ponpes At-Taqwa yang dihadiri Muspika, Babinsa, Babinkamtibmas dan para Kades serta elemen masyarakat se-Kecamatan Miri.

Dalam sambutannya, Danramil itu juga melontarkan pernyataan tak kalah tegas seperti yang disampaikan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo yang begitu getol memberangus PKI.

Menurutnya pemutaran film dokumenter yang sempat diwajibkan pada zaman orde baru itu sebenarnya lebih bertujuan agar masyarakat utamanya generasi muda bisa mengerti sejarah kelam kekejaman bangsa Indonesia oleh gerakan PKI pada 1965. Diharapkan dengan memahami itu, sejarah pahit itu tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Pemutaran film ini bukan untuk meluruskan sejarah. Karena sejarah yang kita alami sudah lurus dan pemberontakan PKI itu memang nyata terjadi. Kalaupun ada yang kontra berarti kelompok itu berhaluan beda dengan Pancasila. Justru yang ingin meluruskan sejarah itu kemungkinan akan membelokkan sejarah,” papar Danramil. Wardoyo