JOGLOSEMAR.CO Sosok Pemain Persis Solo Ini Semangat Banget ke Stadion Kanjuruhan

Pemain Persis Solo Ini Semangat Banget ke Stadion Kanjuruhan

245
BAGIKAN
Bakori Andreas. Foto : Dok Joglosemar

SOLO — Dari 18 pemain yang diboyong Persis Solo ke Malang, Bakori Andreas Safaringga menjadi yang paling bersemangat.

Ia akan kembali merasakan rumput Stadion Kanjuruhan Malang yang menjadi saksi karier profesional pertamanya.

Dua tahun Bakori jatuh bangun di stadion berkapasitas 35.000 penonton tersebut.

Bersama Persekam Metro FC, Bakori tampil dalam 20 pertandingan pada kompetisi Divisi Utama 2011, serta 11 pertandingan pada musim berikutnya. Empat gol menjadi bukti jika talentanya tak bisa dikesampingkan para pemandu bakat.

Dari Persekam, kemudian Bakori mulai menunjukkan kepiawaiannya menggocek si kulit bundar. Pria asli Malang ini menjadi salah satu pencetak gol terbanyak PPSM Magelang pada kompetisi Divisi Utama 2014 serta Perssu Sumenep di kompetisi ISC B 2016. Catatan itu membuat Bakori sangat bersemangat berangkat ke Malang.

Dalam laga lanjutan lawan PSIR Rembang di Kanjuruhan, Senin (4/9/2017) sore, Bakori jelas akan tampil sejak awal.

Dalam starting eleven lawas, Bakori termasuk pemain yang masih ada di dalam lapangan. Otomatis ia akan menjadi satu dari 11 penggawa yang tampil dari menit 50.

“Fase grup ini benar-benar tidak ada pikiran bisa main di Malang. Kan musuhnya mayoritas Jawa Tengah. Tiba-tiba dapat kabar main di Malang, tentunya senang banget. Semoga saja bisa main maksimal dan bawa Persis Solo meraih hasil positif. Paling tidak seri, lebih bagus lagi menang,” terang Bakori, Sabtu (2/9/2017).

Bakori mengaku, sudah hafal dengan karakter kandang Arema dan Persekam itu. Menurutnya, bermain di Kanjuruhan lebih ringan buat lari, meski rumputnya tergolong jenis rumput besar atau gajah.

“Kalau Manahan kan lebih tebal. Buat lari lebih berat. Kalau Kanjuruhan lebih tipis. Tapi sama-sama enak sebenarnya,” tambahnya.

Sebenarnya, Persis Solo juga punya pria asli Malang lain, yakni Joko Prayitno. Namun penyerang jebolan Persema Malang Junior itu baru saja sembuh dari cedera.

“Joko kelihatanya masih butuh waktu. Mungkin paling cepat saat lawan Rembang di Manahan tanggal 11 September,” tutur Bakori yang dua musim satu tim bersama Joko.

Selain peluang tampilnya anak-anak Malang, ternyata ada pemain lain yang berpeluang masuk sebagai pengganti.

Melihat kemungkinan PSIR akan mempertahankan keunggulan satu gol, Tri Handoko yang sebelumnya menjadi penyerang tunggal bisa saja diduetkan dengan Rudiyana.

Duet Tri Handoko dan Rudiyana terbilang apik. Kemenangan 3-0 atas Persipon Pontianak pada putaran pertama lalu jadi bukti jika keduanya andal dalam memecah kebuntuan. Saat itu, dua gol Rudiyana dan sebiji gol Tri Handoko dicetak mulai menit 80.

Skuad Laskar Sambernyawa dijadwalkan menjajal rumput Stadion Kanjuruhan Malang pada Minggu (3/9/2017) sore.

Sebelumnya, rombongan berangkat ke Malang menggunakan KA Majapahit via Stasiun Jebres Solo dini hari kemarin.

Nofik Lukman Hakim