JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Polres Gerebek Dua Bandar Pil Koplo Gondang dan Sambungmacan. Ditemukan 990 Butir...

Polres Gerebek Dua Bandar Pil Koplo Gondang dan Sambungmacan. Ditemukan 990 Butir dan Uang Jutaan Rupiah

460
BAGIKAN
barang bukti pil koplo dan uang tunai yang diamankan dari dua bandar asal Gondang dan Sambungmacan. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Tim Satresnarkoba Polres Sragen kembali membongkar jaringan peredaran obat terlarang jenis pil koplo yang beroperasi di wilayah Sragen Timur. Dua orang tersangka diamankan dengan barang bukti ratusan butir pil koplo jenis Trihexypenidil dan Tramadol siap edar.

KEdua tersangka itu masing-masing diketahui bernama Arif Mustakim alias Ketip (24), buruh bangunan asal Dukuh Pulihan RT 21/06, Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang. Dan Indriyanto alias Genjik (20), karyawan bengkel asal Dukuh Lemahbang RT 03/01, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen.

Dua bandar itu diringkus secara beruntun dalam penggerebekan yang digelar Kamis(21/9/2017) petang. Keduanya ditangkap di rumah mereka masing-masing berkat laporan dari masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran pil koplo yang melibatkan mereka.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasat narkoba AKP Joko Satriyo Utomo mengungkapkan penangkapan keduanya dilakukan kemarin pukul 16.30 WIB. Menurutnya penangkapan bermula dari laporan warga yang mencurigai keberadaan rumah Arif yang selama ini sering didatangi pemuda dan remaja yang membeli obat terlarang tersebut.

Dari laporan itu kemduian ditindaklanjuti dengan pengintaian. Setelah dipastikan benar ada aktivitas penjualan, tim langsung diterjunkan melakukan penggerebekan terhadap rumah tersangka dan melakukan penggeledahan.

“Dari kedua tersangka kami temukan 880 butir pil jenis Trihex dan 50 butir Pil jenis TRAMADOL. Lalu kami amankan dua bungkus plastik klip, dan dua buah handphone untuk transaksi, tas dan uang tunai Rp 1,470 juta sebagai hasil penjualan,” paparnya kemarin.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya sudah lama menjual dan mengedarkan pil yang masuk daftar obat terlarang dan keras itu. Sama seperti sindikat lainnya, mereka juga mengincar pelanggan dari kalangan remaja dan pelajar mulai dari SMP hingga SMA.

Dari pengakuan keduanya, barang pil koplo selama ini dipasok oleh bandar lebih besar berinisial W yang diketahui berdomisili di wilayah Ngawi, Jatim. Atas hal itu, Joko mengaku saat ini masih mengembangkan penyelidikan untuk mengusut dan menangkap keberadaan pemasok tersebut.

Sementara kedua tersangka dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolres untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut. Kepada keduanya, akan dijerat dengan Pasal 196 subsider 197 UU no 36 thn 2009 ttg Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Wardoyo)