JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Terungkap, Mayat Berhelm di Bendungan Kedung Kancil Miri, Sragen Ternyata Seorang PNS....

Terungkap, Mayat Berhelm di Bendungan Kedung Kancil Miri, Sragen Ternyata Seorang PNS. Penyebab Kematiannya Masih Misteri

4116
BAGIKAN
EVAKUASI – Tim gabungan dari PMI, SAR, BPBD saat mengevakuasi jasad korban yang ditemukan mengapung di Bendungan Kedung Kancil, Miri, Kamis (31/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Misteri penemuan mayat mengapung dengan mengenakan helm di Bendungan Kedung Kancil, Desa Brojol, Kecamatan Miri, Kamis (31/8/2017) malam akhirnya terkuak. Ternyata korban diketahui merupakan PNS yang berasal dari Boyolali.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Miri AKP Fajar Nur Ihsanudin mengungkapkan dari hasil identifikasi petugas, korban diketahui bernama Suwandi. Dari identitas yang ditemukan, korban berusia 59 tahun dan berasal dari Dukuh Kaworan RT 1/3, Sranten, Karang Gede, Boyolali.

Dari pekerjaan yang tertera di kartu identitasnya, korban diketahui berprofesi sebagai PNS.

“Tadi kronologisnya, ada warga yang ngecek pintu bendungan Kedung Kancil untuk disedot guna mengairi jagung. Saat disorot pakai senter, ternyata di pintu bendungan ada helm. Lalu ditemukan mayat itu,” paparnya, Jumat (1/9/2017) dinihari.

Dua warga yang menemukan pertama kali diketahui bernama Wagimab (50) warga Dukuh Kropak, Sunggingan, Miri dan Sunar (50), tetangganya.

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi mengapung bersama sampah yang menumpuk di pintu kedung. Keberadaan mayat itu langsung membuat warga berhamburan ke lokasi kejadian.

AKP Fajar Nur Ihsanudin menyampaikan usai nendapat laporan, tim langsung mengevakuasi jasad korban bersama tim SAR, PMI Sragen dan BPBD.

Saat dievakuasi, jasad pria paruh baya itu diketahui mengenakan celana panjang, kemeja batik dan jaket hitam. Kondisi korban mengapung dalam posisi telungkup.

Perihal kematian korban yang sempat diduga korban pembunuhan, Kapoksek menyampaikan saat ini penyebabnya masih dalam penyelidikan. Namun ia memastikan dari hasil visum tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Ini masih dilakukan penyelidikan,” tukasnya.

Kepala Markas PMI Sragen, Dwi Purwanto melalui Koordinator Sukarelawan, Endro menyampaikan setelah dievakuasi Tim Reaksi Cepat PMI bersama SAR dan BPBD, jasad korban langsung dikirim ke RSUD Gemolong untuk dilakukan visum. #Wardoyo