JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Awas, Babinkamtibmas Bakal Turut Diterjunkan Awasi Penggunaan Dana Desa

Awas, Babinkamtibmas Bakal Turut Diterjunkan Awasi Penggunaan Dana Desa

44
BAGIKAN
PENYERAHAN DD TAHAP II- Bupat Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wabup Rohadi Widodo saat menyerahkan secara simbolis berkas pencairan DD Tahap II, Kamis (5/10/2017).Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Sebanyak 49 desa dari 162 desa yang ada di Karanganyar dilaporkan belum menyerahkan Surat Pertanggungjawaban (SPj) pengelolaan dana desa (DD) tahap I Tahun 2017. Hal itu terungkap dalam pengarahan bupati terhadap persiapan pencairan DD Tahap II di Pendapa Rumdin Bupati, Kamis (5/10/2017).

Dalam pengarahan yang dihadiri perwakilan 162 desa itu, Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Desa Karanganyar, Utomo Sidi mengungkapkan berdasarkan evaluasi DD Tahap I, dari jumlah dana Rp 79 miliar sudah terealisasi Rp 73 miliar atau 92,19 persen. Dari aspek SPJ, dari total 162 desa yang ada, tinggal 49 desa yang belum meelaporkan SPj DD Tahap I.

Dari hasil evaluasi secara keseluruhan, ia menyampaikan DD Tahap I relatif lancar. Bahkan, penyerapan DD Tahap I Karanganyar menjadi yang tercepat se-Jateng bersama Purworejo yang baru sebagian. Meski demikian, ia menyampaikan masih ada beberapa kendala diantaranya kurangtertibnya penatausahaan keangan sehingga masih diperlukan pembenahan dan sebagian desa belum memakai rekening tunggal sehingga proses Siskeudes belum seperti harapan.

“Untuk DD Tahap II yang akan dicairkan sebesar Rp 53 miliar. Ini sudah dikirim dari RKUD ke KPPN. Satu minggu nanti ditransfer ke rekening daerah. Untuk sisa anggaran nanti larinya ke kas desa untuk digunakan tahun berikutnya. Jangan lupa bayar pajak,” paparnya.

Utomo juga mengingatkan karena dananya semakin besar, pengawasan pengelolaan DD juga akan semakin berlapis. Pasalnya tidak hanya dari pengawasan internal maupun Kejaksaan, nantinya kepolisian melalui Babinkamtibmas di masing-masing desa juga akan diterjunkan melakukan
pengawasan. Namun ia menggaransi Babinkamtibmas itu lebih bersifat membantu bukan ngricuhi.

Sementara, dalam arahannya, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi kecepatan penyerapan dan realisasi DD Tahap I tersebut. Ia berharap ritme it uterus dijaga tanpa meninggalkan asas prioritas penggunaan DD yang untuk pembangunan dan pemberdayaan. Ia meyakini DD sejauh ini sudah cukup optimal yang terbukti dari kondisi jalan di desa yang mayoritas sudah bagus. Meski begitu, ia mengingatkan agar pengelolaan semakin profesional mengingat pengawasan DD tak hanya dari
aparat namun juga dari masyarakat langsung.

“Saya kira malah lebih efektif. Dengan Babinkamtibmas ikut mengawasi, maka pengelolaan juga akan lebih hati-hati dan maksimal,” tukasnya.
(Wardoyo)