JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Miris… Balita 3 Tahun di Sragen Diperkosa Pamannya Sendiri. Korban dan Orangtuanya...

Miris… Balita 3 Tahun di Sragen Diperkosa Pamannya Sendiri. Korban dan Orangtuanya Syok Berat

7445
BAGIKAN
BERI TERAPI- Koordinator APPS Sragen, Sugiarsi saat memberikan terapi psikis kepada balita asal Gemolong yang menjadi korban perkosaan pamannya sendiri, di rumah korban, Kamis (19/10/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Kasus kekerasan seksual dengan korban anak di bawah umur terjadi di wilayah Gemolong. Seorang balita berusia tiga tahun, sebut saja Bunga (3), asal sebuah desa di Gemolong, dilaporkan menjadi korban perbuatan bejat pamannya sendiri yang diketahui berusia 27 tahun.

Aksi perkosaan itu terungkap setelah orangtua korban meminta pendampingan kepada Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS), Kamis (19/10/2017). Kepada Joglosemar, Koordinator APPS Sragen, Sugiarsi mengungkapkan orangtua korban meminta pendampingan setelah mengetahui
putri semata wayang mereka menjadi korban perkosaan dan pencabulan yang ternyata dilakukan oleh pamannya sendiri.

“Iya, tadi orangtua korban datang dan meminta pendampingan. Kasusnya sudah ditangani oleh Unit Perlindungan perempuan dan Anak (PPA) Polres dan pelakunya juga sudah diamankan,” papar SUgiarsi kemarin.

Namun untuk kepentingan perlindungan terhadap korban yang masih sangat kecil, ia memilih tidak menyebutkan identitas korban maupun pelaku. Meski demikian ia memastikan akan mengawal penanganan kasus itu serta memberikan pendampingan terhadap korban maupun kedua orangtuanya.

Menurut aktivis perempuan berusia 75 tahun itu, saat ini kondisi orangtua korban dua-duanya masih syok berat. Ia harus memberikan terapi psikis untuk menguatkan mental kedua orangtuanya sekaligus memberikan terapi kepada bocah malang tersebut.

“Apalagi kondisi orangtua korban ekonominya juga tidak mampu. Makanya ini memantik perhatian kami dan akan kami kawal terus. Harapannya pelaku bisa dihukum setimpal atas perbuatannya,” jelasnya.

Ditambahkan, aksi perkosan itu terungkap ketika korban sering mengeluhkan sakit ketika buang air kecil. Setelah didesak dan ditanya, bocah mungil itu akhirnya mengaku telah dipaksa melayani nafsu pamannya sendiri. Kejadian itu diperkirakan terjadi berulangkali sehingga akhirnya menimbulkan trauma bagi korban.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yuli Monasoni mengatakan pihaknya akan mengecek terlebih dahulu kasus tersebut mengingat dirinya baru dua hari menjabat di Sragen. Namun ia memastikan jika ada laporan, akan langsung ditindaklanjuti dan ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

“Apalagi itu korbannya anak. Banyak hak hak yang harus disampaikan dan dipenuhi untuk seorang anak sebagaimana mestinya. Kita juga harus memberikan jaminan kepastian hak-hak anak dan kepastian penanganan hukumnya pula,’ tukasnya. Wardoyo