JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Banyak Makan Korban, Lubang Maut di Tanon Ditambal

Banyak Makan Korban, Lubang Maut di Tanon Ditambal

130
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo
TAMBAL LUBANG—Sejumlah lubang jalan di jalur Gabugan-Sumberlawang tepatnya di Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen ditambal dengan cor karena sering memicu kecelakaan dan memakan korban jiwa.

SRAGEN—Insiden kecelakaan maut yang menewaskan pemotor dengan kepala remuk digasak dump truk  di jalur Gabugan-Sumberlawang, tepatnya di Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, dua hari lalu, memantik keprihatinan warga sekitar. Mengingat lokasi itu yang dipenuhi lubang jalan dan sering merenggut korban jiwa, Kamis (19/10/2017) kemarin warga bergotong-royong menambal lubang jalan itu.

Sunarto (45), warga Dukuh Pilangsari RT 1, Desa Bonagong, mengatakan aksi gotong-royong menambal lubang jalan dilakukan oleh warga Pilangsari RT 1 yang berada di sekitar jalan raya tersebut. Mereka menambal jalan lubang bekas kecelakaan tersebut dengan pasir dan semen ditambah batu cor. “Ya mas dilakukan sama warga kemarin (lusa) satu hari setelah ada kecelakaan di situ. Uangnya patungan untuk dibelikan pasir grosok dan semen,” ujarnya, Jumat (20/10/2017).

Biaya yang dikeluarkan tersebut sekitar Rp 1,5 juta mulai semen empat karung, pasir dan material lainnya. Pengerjaan dilakukan warga sekitar 10 orang dan bisa rampung dalam sehari.

Warga berharap aksi tambal lubang itu bisa mencegah terulangnya kecelakaan maut yang selama ini banyak terjadi. Selain itu, mereka juga berharap Pemkab melalui dinas terkait untuk lebih peka dan membuka mata untuk sigap menangani jalan berlubang, sehingga tidak mencelakakan pengendara.

Seperti diketahui, jalur di Bonagung, Tanon tersebut memang menjadi jalur tengkorak sejak kondisinya dipenuhi lubang. Meski tipikal jalannya lurus dan halus, adanya lubang sering kali membuat pengendara terkejut dan berusaha menghindar, sehingga tak jarang bertabrakan dengan kendaraan dari lawan arah.

Menurut catatan warga, titik di Bonagung sepanjang depan balai desa hingga mendekati Sendang memang terbilang banyak memicu kecelakaan. Mulai dari motor dengan mobil, mulai motor vs motor, truk terguling, dan pemotor yang tergilas roda empat.

Selain kecelakaan yang menewaskan Suwignyo, warga Dusun Domas RT 1 RW X, Kelurahan Kenteng, Kecamatan Toroh, Grobogan, dua hari lalu, sebelumnya Qomari (53), warga Dusun Dukuh RT 15, Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon juga tamat riwayatnya setelah motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan hebat di lokasi yang sama pada 19 April 2016. # Wardoyo