JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Buku Kontroversial Bikin Geger SMPN 5 Sragen. Ratusan Siswa Protes Isinya Hingga...

Buku Kontroversial Bikin Geger SMPN 5 Sragen. Ratusan Siswa Protes Isinya Hingga Berencana Demo Sekolah

669
BAGIKAN
Buku kontroversial berjudul Matematika Pintar yang membuat gempar karena materinya dinilai menipu siswa dan membuat ratusan siswa SMPN 5 Sragen hendak demo dan protes ke sekolah. Foto/Wardoyo

SRAGEN– Sedikitnya 500an siswa SMPN 5 Sragen dari kelas VII hingga IX mengaku geram dan merasa tertipu oleh penjual buku Matematika Pintar Pintar Bermatematika yang mereka beli dari sales yang datang ke sekolah, sepekan silam.

Kekesalan siswa diluapkan dalam berbagai bentuk mulai dari membuang buku, hingga sempat hendak menggelar demo untuk menuntut pengembalian uang.

Buku kontroversial itu diketahui diedarkan ke sekolah oleh tim sales yang diduga direkomendasi oleh pihak sekolah untuk promosi. Namun setelah dibuka, buku itu ternyata sarat dengan kejanggalan. Tidak ada nama penerbit dan alamatnya secara jelas, dan tidak ada bar code ISBN layaknya buku-buku terbitan penerbit pada lazimnya.

Penjualan juga dinilai mencurigakan lantaran saat melakukan paparan di kelas-kelas, sales hanya membawa satu buku berbungkus plastik dan tidak boleh dibuka. Aksi protes itu mencuat setelah beberapa siswa mengutarakan kekesalan mereka atas buku yang mereka beli seharga Rp 40.000 tersebut.

Mayoritas kecewa setelah melihat isi buku ternyata tidak sesuai dengan yang dipromosikan oleh penjual. Mereka juga meminta pihak sekolah yang memfasilitasi tim sales itu untuk bertanggungjawab mengembalikan uang siswa.

Salah satu siswa kelas VIII, Arif mengungkapkan buku Matematika Pintar itu dibeli setelah ada tim sales yang masuk menawarkan ke kelas-kelas sepekan silam.

Ia juga tertarik membeli setelah teman-temannya juga membeli buku yang di sampulnya bertuliskan Jurus Anti Lelet Kuasai Matematika dan Trik-Trik Cara Berhitung Cepat Beserta Soal-Soal dan Penyelesaiannya tersebut. Namun setelah buku diterima siswa, Kamis (12/10/2017) lalu, mayoritas kecewa setelah melihat isi dan materi buku tersebut.

“Kami merasa tertipu. Karena di sampulnya tertulis untuk siswa kelas VII,VIII dan IX, tapi isinya nggak ada materi kelas VIII. Isinya cuma sedikit dan cara-cara pengerjaan soalnya nggak ada trik cepat sama sekali. Malah ngacaukan siswa karena beda dengan penjelasan Pak Guru,” ujarnya diamini teman-temannya Selasa (17/10/2017).

Ia bersama teman-temannya menuturkan sebagian siswa kelas VIII C yang kesal sempat beramai-ramai protes dan hendak membuang buku ke tong sampah. Tidak hanya itu, sebagian besar siswa yang emosi juga sempat hendak menggelar demo sebelum kemudian diredakan oleh guru BK.


BUKU KONTROVERSIAL- Salah satu siswa SMPN 5 Sragen saat menunjukkan buku pintar matematika yang memantik keresahan dan protes lantaran isinya dinilai tak sesuai dengan judul dan malah mengacaukan siswa tersebut. Foto diambil Selasa (17/10/2017). Joglosemar/Wardoyo

Siswa kelas IX, Raihana mengungkapkan siswa tertarik membeli karena salesnya sempat melancarkan propaganda bahwa itu di Bandung dijual seharga Rp 240.000, dan di SMPN 5 Sragen hanya ditawarkan Rp 40.000 sebagai pengganti ongkos kirim saja. Ia yang juga ikut membeli, juga sangat kecewa lantaran materi dan isinya jauh dari bayangan dan promonya.

“Materi kelas IX juga hanya sedikit. Nggak ada materi bangun ruang dan sebagainya. Kemarin malah teman saya ada yang nyoba triknya ternyata malah jawabannya salah. Pokoknya nggak sesuai lah dan triknya malah membingungkan,” tuturnya.

Iza, siswa kelas VII juga mengaku menyesal telah membeli. Menurutnya setelah membuka isinya, trik pengerjaan soalnya juga sulit dimengerti. Sama seperti ratusan siswa lain, ia juga meminta agar pihak sekolah bertanggungjawab dan uang dikembalikan. Siswa juga siap mengembalikan lagi buku itu lantaran sebagian juga masih utuh karena sudah tahu isinya ternyata menipu.

“Judulnya memang Buku Pintar tapi trik dan isinya malah nggak bikin pintar tapi malah mumetke,” tukasnya.

Terpisah, Kepala SMPN 5 Sragen, Sunarso belum bersedia dimintai konfirmasi. Lewat pesan singkat, ia baru akan menyampaikan konfirmasi perihal persoalan itu hari ini, (Rabu (18/10). Ia menyampaikan klarifikasi akan disampaikan di sekolahan. (Wardoyo