JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Bupati Tegas Menolak, Mal Besar Batal Berdiri di Sragen

Bupati Tegas Menolak, Mal Besar Batal Berdiri di Sragen

2227
BAGIKAN

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Rencana pendirian mal besar di wilayah Sragen yang sempat mencuat beberapa waktu lalu akhirnya dipastikan urung dibangun. Pembatalan pembangunan dikarenakan adanya penolakan dari Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang menegaskan tetap berkomitmen tidak akan menerbitkan izin untuk pendirian mal di Sragen.

Hal itu diungkapkan bupati saat memberikan pengarahan di depan ratusan pedagang Pasar Bunder dan pasar Kota Sragen di Pendapa Rumdin Bupati, Rabu (12/10/2017) kemarin. di hadapan pedagang ia mengatakan sebenarnya sudah ada investor perorangan yang mengajukan izin untuk mendirikan mal besar di Sragen.

Namun pengajuan itu ditolaknya dengan alasan Sragen dinilai sebagai kota kecil yang belum terlalu membutuhkan mal besar. Penolakan itu juga untuk melindungi pedagang kecil dan pedagang di Pasar Bunder maupun Pasar Kota.

“Kalau di Solo banyak mal besar-besar karena di Solo itu kota. Lha Sragen ada mall nggo apa. Wong Pasar Bunder apa-apa wis ana. Makanya kemarin ada investor yang mau ngajukan mal besar, nggak saya ijinkan. Kalau saya kasih izin, pasti pedagang pasar akan protes dan demo,” ujarnya.

Menurut Yuni, potensi yang dimiliki Sragen memang tidak hanya di bidang pertanian saja. Potensi di bidang jasa dan industri juga sangat menjanjikan. Apalagi posisi Sragen yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur (Jatim), jelas sangat potensial secara ekonomi jika dibangun mal.

“Kalau Sragen ada mal, sebenarnya warga perbatasan Jatim pasti larinya ke Sragen dan ini sangat potensial. Tapi kan yang menikmati malah warga luar Sragen. Makanya daripada bangun mal lebih baik pasare didandani biar lebih rame,” tukasnya.

Mengingat pemkab sudah komitmen tidak memberi izin pendirian mal, Yuni meminta para pedagang pasar juga komitmen ikut menjaga keberadaan pasar. Kalau suatu saat ada pembangunan atau renovasi, pedagang diminta tidak ribut.

“Pembangunan pasar bertujuan membuat lingkungan pasar lebih bersih dan menarik. Setidaknya bagaimana bisa mendekati seperti mal, agar pembeli tertarik datang ke pasar,” tandasnya. (Wardoyo)