JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Memilukan, Begini Kondisi Terkini Orangtua Balita Korban Perkosaan Pamannya di Gemolong....

Memilukan, Begini Kondisi Terkini Orangtua Balita Korban Perkosaan Pamannya di Gemolong. Pelaku Diketahui Ternyata…

1133
BAGIKAN
Koordinator APPS, Sugiyarsi saat memberikan terapi psikis kepada ibu balita di Gemolong yang menjadi korban perkosaan di rumah korban, Minggu (22/10/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Insiden kekerasan seksual dan perkosaan yang menimpa balita berusia tiga tahun, sebut saja Bunga (3), asal sebuah desa di Gemolong, benar-benar memukul keluarga korban. Selain korban mengalami trauma psikis, orangtuanya hingga kini dilaporkan masih mengalami depresi berat atas kejadian itu.

Koordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS), Sugiarsi mengungkapkan hingga sepekan pasca kejadian, orangtua balita malang itu masih stress berat. Kondisi itu membuatnya harus memberikan terapi secara intensif kepada orangtua maupun korban.

“Terutama bapaknya sampai hari ini stress berat. Kalau nggak diredakan dan ditenangkan, dia masih kalap kalau mengingat pelaku dan kejadian yang menimpa anaknya, ” paparnya Minggu (22/10/2017).

Aktivis perempuan berusia 75 tahun itu menguraikan saat ini korban memang sudah berangsur membaik. Meski demikian, terapi psikis masih terus ia berikan baik dengan mendatangi langsung ke rumah korban maupun terapi jarak jauh.

Terapi yang sama juga diberikan kepada kedua orangtuanya yang juga terus diberikan terapi untuk pemulihan psikis. Ia juga memastikan APPS akan terus mengawal penanganan kasus memilukan itu dan berharap pelaku bisa diproses serta dihukum setimpal.

“Meski pelakunya pamannya sendiri, orangtua korban mintanya tetap dihukum setimpal dengan perbuatannya. Karena korban masih sangat kecil dan dampak trauma psikisnya itu yang kasihan, ” tukasnya.

Aktivis yang akrab disapa mami itu menambahkan, hasil konfirmasi ke Polres pelaku sudah diamankan dan saat ini ditahan di Mapolres Sragen. Menurut Mami, pelaku ternyata diketahui masih lajang.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yuli Monasoni memastikan akan memproses kasus tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Seperti diberitakan, Bunga, bocah tiga tahun itu menjadi korban perkosaan oleh pamannya sendiri yang diketahui berusia 27 tahun.

Aksi perkosaan itu terungkap ketika korban sering menangis dan mengeluh sakit ketika buang air kecil. Setelah didesak dan ditanya, bocah mungil itu akhirnya mengaku telah dipaksa melayani nafsu pamannya sendiri. Kejadian itu diperkirakan terjadi berulangkali sehingga akhirnya menimbulkan trauma bagi korban. (Wardoyo)