JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Momen Haru Pebulutangkis Putri Kelahiran Wonogiri Menangis Saat Raih Gelar Juara Dunia

Momen Haru Pebulutangkis Putri Kelahiran Wonogiri Menangis Saat Raih Gelar Juara Dunia

644
BAGIKAN
Pebulutangkis Tunggal Putri Junior Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung tampak menitikkan air mata saat menyanyikan lagu kebangsaa usai merebut Juara Dunia Junior 2017 di GOR Among Rogo, Yogyakarta Minggu (22/10/2017).Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Momen haru tercipta di Final Kejuaraan Dunia Bulutangkis Yonex World Junior Championship 2017 yang di gelar di GOR Among Rogo Arena, Yogyakarta, Minggu (22/10/2017). Tunggal putri andalan Indonesia kelahiran Wonogiri, Gregoria Mariska Tunjung menangis haru seusai menuntaskan perjuangannya merengkuh Juara Dunia Junior 2017.

Jorji, panggilan akrabnya, tampak menitikkan air mata saat berkumandang lagu Indonesia Raya ketika dilakukan selebrasi pengibaran bendera usai penyerahan hadiah. Ia juga tampak ikut bernyanyi sembari mengalungkan bendera merah putih di punggung.

Beberapa kali, gadis kelahiran Kota Gaplek itu juga terlihat mengusap air matanya. Momen haru itu kemudian disambut aplaus meriah dari ribuan penonton yang memadati GOR Among Rogo.

Ya, Gregoria akhirnya menjadi penuntas kerinduan publik dan pecinta bulutangkis Indonesia yang sudah lama menanti kehadiran prestasi pebulutangkis tunggal putri. Dalam laga final yang disiarkan langsung Kompas TV itu, ia mengandaskan perlawanan tunggal putri China, Han Yue lewat laga dramatis tiga set yang berlangsung ketat.

Gregoria Mariska Tunjung tampak menangis. Joglosemar/Wardoyo

Bertanding hampir satu jam, Gregoria menang 21-13, 13-21 dan 24-22. Bermain penuh determinasi dan fighting spirit, ia sempat jatuh bangun di set ketiga. Sempat susul menyusul angka, ia mampu menyelamatkan match point yang diraih Han saat tertinggal 19-20.

Lewat dua kali setting, Gregoria akhirnya menuntaskan perjuangan beratnya usai menang di angka 24-22. Pengembalian shuttle cock Han yang memanjang di belakang garis baseline, disambut teriakan kemenangan Gregoria yang kemudian berlari menuju pelatihnya.

Gelar Tunggal Putri yang disumbangkannya menggenapi gelar ganda campuran yang dipersembahkan pasangan Rinov Rivaldy/Putri Haningtyas Mentari yang memenangi laga sengit tiga set di All Indonesian Final melawan Rehan Kusharjanto/Siti Fadilah Ramadanti dengan 21-23, 21-15,21-18.

Sementara tiga gelar tersisa dibagi rata oleh Korsel di ganda putri, Thailand di tunghal putra dan Jepang di ganda putra. Indonesia sebenarnya berkesempatan menambah gelar di ganda putri.

Sayang, sempat unggul di set pertama, duet Jauza Fadila Sugiarto/Ribka Sugiarto gagal mempertahankan ritme permainan dan harus mengakui keunggulan duet Korsel, Baek Ha Na/Lee Yu Rim dengan tiga set. Wardoyo