JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Proyek Jembatan Katukan Sragen Disorot Karena Salahi Spesifikasi

Proyek Jembatan Katukan Sragen Disorot Karena Salahi Spesifikasi

477
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo
JEMBATAN KATUKAN—Pekerja terlihat mengerjakan proyek Jembatan Katukan di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang yang menuai sorotan karena pengerjaannya ditengarai bermasalah.


SRAGEN—
Proyek Jembatan Katukan di Dukuh Katukan, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang menuai sorotan. Pengerjaan proyek ditengarai tidak sesuai standar sehingga memicu keresahan warga, utamanya di sekitar jembatan penghubung antar kecamatan tersebut.

Salah satu warga Puro, Agus Triyono mengungkapkan, berdasarkan temuannya di lapangan, pembangunan proyek jembatan itu menggunakan pasir lokal yang kadar lumpurnya ditengarai lebih dari 5 persen. Kemudian, pengecoran tulangan jembatan juga tidak memakai koral atau batu pecah.

Saat diprotes, pekerja sempat mengelak dengan ngotot menyampaikan bahwa cor tetap menggunakan koral. Akan tetapi, saat ia mengecek ke lokasi material ternyata tidak ada koralnya. “Ya tadi (kemarin) saya di lokasi proyek sudah mengingatkan kenapa tidak pakai koral. Pekerjanya tetap ngelak, katanya pakai koral. Saat saya tanya kenapa kok di lokasi nggak ada koralnya, mereka nggak bisa jawab,” ungkapnya, Jumat (20/10/2017).

Menurutnya, dengan terindikasi tak menggunakan koral, maka hal itu menyalahi spesifikasi teknis bangunan. Sehingga konstruksi cor dinilai akan mempengaruhi kekuatan konstruksi. Selain itu, ia juga mempertanyakan konstruksi bawah jembatan yang tidak menggunakan konstruksi R. Padahal sepengetahuannya, lazimnya proyek jembatan lainnya, tetap ada konstruksi R yang berfungsi sebagai penahan tekanan air ke tanggul samping jembatan.

“Dengan tidak dikasih R, maka arus akan kembali berputar dan berbahaya bagi tanah di sekitar jembatan. Tanah dan bangunan di sekitar jembatan bisa tergerus karena arus akan kembali dan makin kuat,” tukasnya.

Menurutnya, temuan itu sudah disampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), namun belum direspons. Ia berharap temuan itu segera ditindaklanjuti mengingat sebagian warga resah apabila pengerjaan kurang standar dan justru membahayakan bangunan sekitar.

Sayangnya, Kepala DPU-PR Sragen, Marija belum bisa dikonfirmasi perihal itu. # Wardoyo