JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Ramainya, 1.000 Peserta Ikuti Napak Tilas Penyelamatan Pemancar RRI

Ramainya, 1.000 Peserta Ikuti Napak Tilas Penyelamatan Pemancar RRI

92
BAGIKAN
Dok RRI Surakarta
NAPAK TILAS RRI – Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Kepala LPP RRI Surakarta, Suyono melepas rombongan napak tilas, Sabtu (14/10).

SOLO- Lebih dari 1.000 peserta mengikuti jalan sehat, napak tilas perjuangan penyelamatan pemancar RRI, Sabtu (14/10). Napak tilas dari RRI Surakarta sampai ke monumen pemancar RRI Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Napak tilas dengan jarak tempuh 45 KM itu, dalam rangka Hari Radio ke-72, dan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar yang ke-100. Kegiatan bertema Dengan Napak Tilas Perjuangan Penyelamatan Pemancar RRI Surakarta Kota Ciptakan Masyarakat Informatif yang Sehat ini diberangkatkan dari halaman LPP RRI Surakarta pukul 06.30 WIB.

Pemberangkatan tersebut dibuka oleh Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono-Rohadi Widodo. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Kepala LPP RRI Surakarta, Suyono.

Dalam sambutannya,  Bupati Juliyatmono mengatakan, kegiatan napak tilas diikuti 1.000 orang, dari Solo dan Karanganyar. Napak tilas dibagi lima etape.

“Etape empat dan lima itu paling panjang dan berat. Selepas terminal Karangpandan sampai terminal Kampung dilanjutkan sampai ke monumen pemancar radio di Balong,” jelas Juli.

Dalam rilisnya pada Joglosemar,  sebagian peserta mengenakan kostum yang unik. Baju daerah batik, lurik, baju pejuang yang membawa bendera dan  senjata bambu runcing.

Sementara itu, Dukuh Balong RT 4 RW III, Desa Balong, Kecamatan Jenawi, menyimpan bukti sejarah perjuangan. Di sebuah lembah yang diapit Gunung Nganten, Gunung Kuncen , Gunung Miri,  dan Gunung Kaki, di Lereng Gunung Lawu 3.256MDPL berdiri monumen Pemancar RRI.

Di dukuh itu, terdapat dua bangunan yang merupakan monumen pemancar RRI. Satu bangunan berdiri setinggi tiga meter menyerupai sendok garpu.  Di bagian bawah terdapat prasasti yang ditandatangani Menteri Penerangan Harmoko, pada 11 September 1985.

Sementara 50 meter arah timur dari prasasti utama, dekat dengan sungai juga terdapat sebuah monumen pemancar RRI. #Amrih Rahayu