JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Sadis, Siswi SMPN di Sragen Dikeroyok 3 Siswi SMK Swasta. Korban Dipukuli...

Sadis, Siswi SMPN di Sragen Dikeroyok 3 Siswi SMK Swasta. Korban Dipukuli Berkali-Kali Bagian Ininya

2652
BAGIKAN

MEDIASI PENGEROYOKAN- Kapolsek Sragen, AKP Suseno bersama tim saat melakukan mediasi terhadap siswi SMPN yang menjadi korban pengeroyokan dengan tiga siswi SMK pelakunya di Mapolsek Sragen Kota, Rabu (18/10/2017) petang. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Aksi kekerasan di kalangan pelajar merambah wilayah Sragen. Ironisnya lagi pelaku dan korbannya justru dari kalangan pelajar perempuan atau siswi dari dua jenjang sekolah berbeda yakni SMP dan SMK.

Aksi pengeroyokan itu menimpa siswi salah satu SMPN di Sragen berinisial WN (14) asal Pelemgadung, Karangmalang yang dikeroyok tiga orang siswi dari dua SMK swasta berbeda di Sragen. Ketiga siswi pengeroyok itu masing-masing diketahui berinisial MD (15) siswi kelas I sebuah SMK Muh di Sragen dan NA (14) serta SA (16), siswi SMK DK di Sragen.

Aksi pengeroyokan itu terjadi Rabu (18/10) sekira pukul 15.00 WIB di area Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) di Kampung Sine, Sragen Kota. Aksi pengeroyokan dan persekusi siswi itu terungkap setelah korban didampingi orangtuanya, SR (38) melapor ke POlsek Sragen sesaat setelah kejadian.

Di hadapan petugas Polsek, korban menuturkan kejadian pengeroyokan dan penganiayaan itu terjadi pukul 15.00 WIB. Bermula ketika ia tengah melintas di Area depan Gedung SMS. Saat itu, di lokasi sudah ada ketiga pelaku yang diketahui membolos sekolah. KOrban dan para pelaku sama-sama diketahui masih mengenakan seragam sekolah.

Saat di lokasi, ketiga siswi SMK satu geng yang sebelumnya sudah memiliki masalah dengan korban, langsung mendekati korban. Sempat terjadi adu mulut, sebelum kemudian salah satu siswi SMK menampar mulut korban berkali-kali. Dua siswi lainnya ikut membantu dan memegangi korban sembari mengucapkan sumpah serapah.

Setelah puas memukuli mulut korban, ketiga siswi langsung meninggalkan korban sendirian. Tak terima mendapat perlakuan kasar, korban mengadu ke orangtuanya. Tanpa basa-basi, orangtua korban langsung mengajak putrinya untuk melapor ke Polsek Sragen.

“Korban mengaku ditapuk (dipukuli mulutnya) sebanyak empat kali oleh salah satu siswi SMK. Yang dua nggak ikut napuk tapi memang ikut rame-ramenya saja. Sebelumnya mereka mengaku memang sudah ada masalah dan terjadi adu mulut dan cekcok. Tapi masalahnya apa, nggak disampaikan,” papar Kapolsek Sragen, AKP Suseno mewakili Kapolres AKBP Arif BUdiman, Rabu (18/10/2017).

Sesaat setelah menerima laporan, Polsek langsung bergerak melacak keberadaan ketiga siswi ke sekolahnya. Sore kemarin juga, ketiga siswi langsung dihadirkan ke Polsek bersama guru dan orangtua mereka.

Karena semua masih di bawah umur, akhirnya Polsek menempuh inisiatif melakukan penyelesaian secara keeluargaan. Dengan difasilitasi guru dan pihak sekolah, ketiga siswi pelaku pengeroyokan akhirnya menyatakan minta maagf dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Pihak korban juga sudah menerima dan memaafkan kelakuan bengal ketiga siswi SMK tersebut. n pihak sekolah. AKP Suseno menambahkan penyelesaian kekeluargaan itu dituangkan dalam SKB (Surat Kesepakatan Bersama) dikarenakan antara yang bersangkutan, pelapor, orang tua dan pihak dari sekolahan sudah sepakat untuk diselesaikan kekeluargaan serta mereka sama-sama mau memaafkan. (Wardoyo)