JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Sakit Hati Mendadak Diputus, Pemuda Ini Nekat Sebar Foto Bugil Pacarnya ke...

Sakit Hati Mendadak Diputus, Pemuda Ini Nekat Sebar Foto Bugil Pacarnya ke Medsos

2261
BAGIKAN
Tim Satkreskrim Polres Karanganyar saat menangkap tersangka pengunggah foto-foto bugil pacarnya ke Medsos, Rabu (11/10/2017). Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Seorang pemuda asal Karanganyar, berinisial DEP (22) terpaksa harus mendekam di hotel Prodeo Polres Karanganyar, Rabu (11/10/2017). Pasalnya dia dilaporkan telah menyebar dan mengunggah foto-foto bugil milik mantan pacarnya AS (22) asal Sragen ke media sosial.

Ironisnya, aksi nekat pelaku yang menggunggah 24 pose panas dan tanpa busana milik AS itu dilakukan lantaran pelaku mengaku sakit hati mendadak telah diputuskan oleh mantan pujaan hatinya itu. Aksi cabul pemuda itu terbongkar setelah AS nekat melaporkan perbuatan bejat pelaku ke Polres Karanganyar akhir bulan September silam. Tersangka kemudian ditangkap oleh Tim Satreskrim Polres Karanganyar, Rabu (11/10/2017).

Informasi yang dihimpun di Mapolres, kejadian berawal saat pelaku berkenalan dengan seorang perempuan berinisial AS, warga Sragen. Setelah saling jatuh hati, keduanya sepakat jadian dan berpacaran.

Namun, setelah sekian lama berjalan, rupanya AS mendadak meminta putus dengan DEP karena suatu sebab. DEP yang sudah terlanjur cinta itu rupanya tidak terima diputus cintanya.

“Pelaku sebenarnya menginginkan tetap pacaran dengan korban. Tapi korban sudah tidak mau,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto, melalui Wakapolres Kompol Prawoko di Mapolres, Rabu (11/10/2017).

DEP sempat mengancam akan menyebarkan foto-foto bugil AS. Namun ancaman itu tidak digubris oleh AS sehingga pelaku membuat akun Twitter. Sebelum akhirnya AS mengetahui bahwa foto-fotonya benar-benar diunggah dan diupload luas melalui akun twitter tersangka.

Menurut Wakapolres, dari pengakuan tersangka, tujuannya menyebar foto bugil korban memang untuk membuat malu korban. Setelah menerima informasi itu, polisi bergerak. Pemeriksaan sejumlah saksi dilakukan. Sebelum akhirnya, kemarin pelaku berhasil ditangkap setelah terdeteksi tengah berada di suatu tempat di Solo.

Selain mengamankan DEP, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu unit handphone merek Blackberry tipe 9320, satu unit Xiaomi warna hitan, satu unit Oppo A37f, selendang, seprai, dan 24 screen shoot atau tangkapan layar dari hape salah satu saksi.

Atas perbuatannya, DEP terancam melanggar Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Tindak Pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman hukuman enam tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar.

‘Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara,” tegas Wakapolres.
(Wardoyo)