JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Siswi SMP Korban Perkosaan Mengaku 6 Kali Digilir Dalam 2 Malam. Dua...

Siswi SMP Korban Perkosaan Mengaku 6 Kali Digilir Dalam 2 Malam. Dua Pelakunya Diketahui Ternyata…

3346
BAGIKAN
Ilustrasi korban perkosaan

KARANGANYAR– Siswi kelas 1 sebuah SMP di Mojogedang, Bunga (13) bukan nama sebenarnya, mengakui hanya mengenali dua dari tiga pelaku yang telah memperkosanya secara bergiliran pada Juni lalu. Siswi itu juga mengaku oleh kedua pelaku, dirinya disekap selama dua hari dan digilir sebanyak enam kali di dua tempat yang berbeda.

Hal itu diungkapkan orangtua korban, TR (43) saat menceritakan kisah tragis putrinya kepada Joglosemar, Senin (16/10/2017). TR yang bekerja sebagai buruh itu mengungkapkan dari keterangan putrinya, pelaku memang lebih dari dua namun yang dikenali hanya dua orang.

“Anak kula nggak hafal semua. Yang dia hafali hanya dua orang yang sudah dewasa. Inisialnya E semua dan rumahnya juga di wilayah Mojogedang. Yang lain nggak dikenali,” paparnya.

TR juga menguraikan dari pengakuan putrinya, pelaku menyekap selama dua hari. Selama dua hari itu, putrinya dipaksa melayani nafsu bejat mereka di rumah salah satu pelaku berinisial END dan sehari dibawa ke sebuah hotel di wilayah Karanganyar.

“Yang dia ingat kedua pelaku itu masing-masing melakukan 3 kali. Yang lainnya enggak diingat,” terang TR.

Aksi perkosaan itu baru terungkap ketika mendadak putrinya menghilang dan nomor HP-nya tak bisa dihubungi pada akhir Juni lalu. Karena cemas, dirinya berusaha mencari tahu keberadaan putrinya lewat teman-temannya. Sampai akhirnya diketahui putrinya sudah dalam kondisi tak berdaya mendapat perlakuan asusila secara beramai-ramai oleh para pelaku.

“Kami sangat berharap para pelaku segera ditangkap dan diberikan hukuman setimpal. Kula mboten trima anak kula dingotenke,” tukasnya.

Sementara, Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto melalui Kasat Reskrim AKP Yoga Gede Sanjaya memastikan kasus tersebut sudah ditangani oleh penyidik. Menurutnya saat ini masih dilakukan penyelidikan dan sudah mengantongi identitas para pelakunya.

“Pelakunya memang terindikasi beberapa orang. Tapi semua sudah kita deteksi. Identitas mereka juga sudah kita ketahui. Tinggal menunggu penyelidikannya,” paparnya kemarin.(Wardoyo)