JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Tak Terima Divonis 6 Tahun Penjara, Terdakwa Diksar Maut UII Ajukan...

Tak Terima Divonis 6 Tahun Penjara, Terdakwa Diksar Maut UII Ajukan Banding

61
BAGIKAN
DENGARKAN VONIS- Dua senior Mapala UII yang menjadi terdakwa utama tewasnya tiga peserta Diksar, Angga Septiawan dan M. Wahyudi saat mendengarkan pembacaan vonis dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, beberapa waktu lalu. Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Penasehat hukum dua terdakwa kasus dugaan tindak
kekerasan dan penganiayaan selama pelaksanaan The Great Camp (TGC) Diksar Mapala UII, akan mengajukan banding terhadap vonis majelis hakim terhadap kliennya. Hanya saja, banding akan diajukan terutama terhadap vonis majelis hakim yang menjatuhkan hukuman selama 6 tahun penjara terhadap terdakwa Angga Septiawan.

Sedangkan atas nama terdakwa M Wahyudi yang divonis 5,6 tahun penjara, tim penasehat hukum tidak mengajukan banding. Hal tersebut diungkapkan Achiel Suyanto, penasehat hukum kedua terdakwa, Jumat (06/10/2017).

Ia mengatakan ada dua hal prinsip yang dilanggar oleh hakim dalam mempertimbangkan hukuman bagi kedua terdakwa, yakni menggenaralisir perbuatan kedua terdakwa, tapi tidak menjelaskan terdakwa satu mana yang terbukti dan perbuatan terdakwa dua mana yang terbukti, sehingga hukuman keduanya berbeda.

Alasan banding kedua, berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, kedua terdakwa, sama sekali tidak pernah menyentuh Ilham Nurpadmi Listiadi, salah satu peserta Diksar yang meninggal dunia.

“Kita tetap mengajukan banding atas putusan majelis hakim ini, terutama atas nama terdakwa Angga Septiawan. Sedangkan atas nama terdakwa M Wahyudi, kita tidak mengajukan banding,karena yang bersangkutan menerima putusan majelis hakim,” kata Achiel, Jumat (06/10/2017).

Dijelaskannya, memori banding akan segera diajukan minggu depan ke Pengadilan Tinggai Jawa Tengah,melalui Pengadilan Negeri Karanganyar. Sementara itu, Kajari Karanganyar, IDG Wirajana, ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, menyatakan jika banding merupakan hak terdakwa dan penasehat hukumnya.

“Silahkan kalau banding.Banding itu hak terdakwa dan penasehat hukumnya.Kita juga mengajukan banding,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,majelis hakim Pengadilan Negeri Karanganyar menjatuhkan vonis, masing-masing 5,6 tahun penjara terhadap tedakwa M Wahyudi dan 6 tahun penjara terhadap terdakwa Angga Septiawan. Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penganiayaan dan tindak kekerasan terhadap peserta TGC Diksar Mapala UII yang mengakibatkan tiga peserta meninggal dunia. (Wardoyo)