JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Tragis, Siswi SMP Dicegat, Diseret, Disekap Lalu Diperkosa Bergiliran Oleh...

Tragis, Siswi SMP Dicegat, Diseret, Disekap Lalu Diperkosa Bergiliran Oleh 3 Pria Mabuk

6046
BAGIKAN
ilustrasi

KARANGANYAR– Nasib malang menimpa Bunga (13)- bukan nama sebenarnya, seorang siswi SMP asal sebuah dukuh di Desa Kedungjeruk, Mojogedang, Karanganyar. Siswi yang masih duduk di kelas I di sebuah SMPN di wilayah Mojogedang itu menjadi korban kebiadaban tiga pria mabuk saat hendak jalan-jalan bersama temannya.

Korban dicegat oleh tiga pelaku yang diketahui sedang pesta miras dan dalam kondisi mabuk. Setelah itu, ia kemudian disekap dan dibawa ke Hotel dan rumah salah satu pelaku untuk kemudian diperkosa secara bergilir selama dua hari.

Tragisnya meski sudah dilaporkan ke pihak kepolisian sejak kejadian pada bulan Juni 2017 lalu, hingga kini kasus tersebut belum juga ditindaklanjuti. Ketiga pelaku yang sudah terdeteksi tinggal di desa tak jauh dari rumah korban dan masih satu kecamatan Mojogedang, hingga kini masih bebas berkeliaran.

Hal itulah yang akhirnya membuat geram orangtua korban, TR (43) untuk mengadukan nasib kasus putrinya guna menuntut keadilan, Minggu (8/10/2017).
Kepada Joglosemar, pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh itu menuturkan peristiwa nahas itu sebenarnya sudah terjadi pada akhir Juni 2017 silam sekitar pukul 20.00 WIB.

Kala itu, putrinya diajak jalan-jalan oleh siswi teman sekolahnya dengan sepeda motor. Sesampai di sebuah jalan dekat wilayah Desa Munggur, Kecamatan Mojogedang tempat ketiga pelaku pesta miras, sepeda motor mendadak dicegat. Korban yang berada di belakang kemudian diseret dan disekap oleh pelaku.

Dalam kondisi diancam, siswi itu kemudian dibawa sebuah hotel di Karanganyar dan kemudian diperkosa secara bergiliran oleh ketiga pelaku. Tak puas menggarap di hotel, korban kemudian dibawa pulang ke rumah salah satu pelaku yang terdeteksi berinisial END, di Desa Mojoroto, Mojogedang, Karanganyar.

Di rumah itu, pelaku kembali mengulangi perbuatan sadisnya kepada korban hingga berulangkali. Karena ketakutan dan sudah dua hari tidak=pulang, korban akhirnya baru ditemukan setelah orangtua korban
berusaha melacak kepergian korban ke teman yang mengajak korban pergi terakhir kali. Orangtua korban akhirnya menjemput korban dari rumah pelaku terakhir, sebelum kemudian melaporkan kasus itu malam itu juga.

“Kejadian itu sudah saya laporkan ke Polsek dan kemudian ke Polres pada 21 Juni 2017 pukul 22.30 WIB. Namun sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya. Pelaku masih bebas dan belum ditangkap. Terus terang sebagai orangtua kami kecewa dan was-was bagaimana kalau mereka mengulangi perbuatannya lagi,” ujarr TR sembari menunjukkan surat
tanda terima laporan pengaduan (STTP) yang ia terima dari petugas piket jaga tanggal 21 Juni itu.

STTP bernomor STTP/152/VI/2017/Reskrim itu ditandatangani Brigadir Priyono sebagai Piket Jaga. Di dalamnya menerangkan bahwa pada malam pukul 22.30 WIB hari itu, yang bersangkutan telah menerima kedatangan TR yang mengadukan kasus tindak dugaan persetubuhan dengan anak di bawah umur yang dilakukan di rumah salah satu pelaku END dan di sebuah hotel di wilayah Karanganyar.

“Pelakunya tiga orang dan semuanya dikenali. Yang satu sudah berkeluarga, yang dua orang masih bujangan. Harapan kami segera ada tindaklanjut sehingga pelaku bisa dihukum setimpal. Kemarin setelah kejadian korban sempat menolak sekolah, tapi setelah dibujuk baru akhirnya mau sekolah lagi,” ujar Suyadi Kurniawan, tokoh masyarakat setempat yang ikut mengawal kasus itu.

Terpisah, Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto melalui Kanit reskrim AKP Yoga Gede Sanjaya mengaku belum mengetahui perihal kasus dan laporan tersebut. Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan jajarannya untuk menindaklanjuti laporan tersebut. “Coba tak ceknya dulu,” katanya dihubungi Joglosemar, Minggu (8/10/2017) malam.
(Wardoyo)