JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Wah, 1.550 Warga Mojogedang Sebentar Lagi Bakal Rasakan Layanan PDAM

Wah, 1.550 Warga Mojogedang Sebentar Lagi Bakal Rasakan Layanan PDAM

64
BAGIKAN
ilustrasi.

KARANGANYAR– Manajemen PDAM Tirta Lawu Karanganyar mulai menyiapkan ekspansi pelayanan untuk 1.550 sambungan rumah (SR) pelanggan baru di Kecamatan Mojogedang. Ribuan pelanggan baru itu bakal disuplai dari dua mata air Sumber Sekobor dan Suren di daerah Ngargoyoso.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PDAM Karanganyar, Prihanto kepada wartawan, Kamis (12/10/2017). Ia mengatakan wilayah Mojogedang menjadi target ekspansi pelayanan lantaran selama ini belum tersentuh pelayanan PDAM. Padahal antusiasme warga di wilayah itu terhadap layanan air sangat tinggi.

Menurutnyam 550 pelanggan saat ini sudah dalam proses untuk pemasangan instalasi. Sedangkan 1.000 SR lainnya sudah masuk daftar tunggu (waiting list) yang direncanakan mulai dikerjakan 2018 melalui program sambungan murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari pusat.

“Yang 550 pelanggan ini sudah dalam persiapan. Yang 1.000 sudah antri daftar tunggu. Mereka ada di sepanjang aliran dari Rejosari sampai Mojogedang. Pengembangannya nanti dari Polsek ke barat sampai daerah Gentungan,” paparnya.

Menurutnya SR di wilayah Mojogedang itu nantinya akan disuplai dari dua sumber mata air di Ngargoyoso yang akan dialirkan melalui pipa berukuran enam dim di daerah Mojogedang. Ia memastikan pipa yang sempat dipersoalkan salah satu warga itu, tidak bermasalah dan sudah sesuai kesepakatan.

“Kesepakatan dengan Kades-kades, pak bayan dan tokoh masyarakat dulu di rumah makan itu ya memang enam dim. Nggak empat dim. Dan kita jamin tidak akan menggangu aliran irigasi ke petani. Justru itu untuk melayani warga Mojogedang yang selama ini belum tersentuh,” tukasnya.

Terpisah, salah satu tokoh Ngadirejo, Mojogedang, Darno kepada Joglosemar memang mengaku keberatan dengan pemasangan pipa di sambungan sumber di Mojogedang yang menurutnya sebelumnya disepakati ukurannya empat dim. Namun kenyataannya dipasangi enam dim.

Ia menyampaikan petani dan warga khawatir dengan dipasangi pipa enam dim akan mengurangi debit air yang selama ini diandalkan petani di sepanjang aliran sumber itu untuk pengairan sawah. (Wardoyo)