JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Awas, 78 PSK di Sragen Positif Terjangkit AIDS. Mangkalnya Paling Banyak...

Awas, 78 PSK di Sragen Positif Terjangkit AIDS. Mangkalnya Paling Banyak di Kemukus dan Nglangon

27579
BAGIKAN
Ilustrasi PSK terjaring razia

SRAGEN – Kabupaten Sragen termasuk salah satu daerah yang pertumbuhan penyakit HIV/AIDS tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Hingga September 2017, tercatat 745 orang menderita HIV/AIDS dan 103 orang di antaranya sudah meninggal dunia.

Ironisnya, dari penderita sebanyak itu terdapat 14 bayi serta tiga pelajar/mahasiswa yang sudah terjangkit penyakit mematikan tersebut. Bayi tertular dari ibu mereka yang juga sudah terkena sebelumnya. Dari segi profesi, jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak adalah dari kalangan swasta.

Data lain, dari 645 Pekerja Seks Komersil (PSK) terdapat 78 orang yang terkena HIV/AIDS. Sedangkan dari kalangan ibu rumah tangga yang menderita HIV/AIDS jumlahnya tiga kali lipat dari itu.

“Pertumbuhan jumlah penderita HIV/AIDS, Kabupaten Sragen menempati peringkat tiga besar dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sedang untuk jumlah penderita total berada di peringkat tujuh besar,” ujar Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen, Haryoto, Kamis (23/11/2017).

Menurut Haryoto, untuk eks Karesidenan Surakarta, tingkat pertumbuhan penderita HIV/AIDS di Sragen memang paling banyak. Kondisi ini jelas sangat memprihatinkan dan perlu penanganan khusus. “Jumlah penderita HIV/AIDS semakin banyak dari tahun ke tahun. Salah satu faktor merebaknya penyakit ini karena Sragen memiliki Gunung Kemukus dan juga Nglangon, yang selama ini kerap dijadikan tempat prostitusi terselubung,” jelasnya.

Haryoto sangat setuju dan mendukung program Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang ingin menjadikan Gunung Kemukus sebagai tempat wisata religi. Selama ini, tempat wisata yang ada di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang itu banyak dihuni para PSK dan memiliki resiko tinggi penularan HIV/AIDS.

“Kami mendukung dijadikannya Gunung Kemukus sebagai wisata religi karena disitu merupakan salah satu tempat sumber penularan HIV/AIDS,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Seniman Tradisional Sukowati (Asitras) Sragen Sunarto mengatakan, kalangan seniman juga memiliki kepedulian dan keprihatinan tersendiri terhadap merebaknya HIV/AIDS ini. Penyakit mematikan ini sudah menyerang semua lapisan masyarakat, termasuk kepada ibu rumah tangga hingga pelajar dan bahkan bayi.

Salah satu yang dilakukan Asitras adalah menggelar pertunjukan ketoprak yang di dalamnya berisi penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS. Yang sudah dilakukan adalah saat pertunjukan di Sasana Manggala Sukowati (SMS) beberapa waktu lalu dengan lakon Sunan Kalijaga Medhar Sabdo.

“Pergelaran ketoprak yang berisi sosialisasi bahayanya HIV/AIDS ini juga menghadirkan murid SMA dan SMK, agar mereka memiliki pengetahuan dan kepedulian tentang bahayanya HIV/AIDS,” tandas Sunarto.

Menurut Sunarto, sebagai seniman pihaknya siap membantu memberikan penyuluhan bahaya HIV/AIDS ke segenap lapisan masyarakat. Melalui pertunjukan ketoprak dan kesenian tradisional lain yang masih diminati masyarakat Sragen, sosialisasi akan bahaya penyakit mematikan itu akan disampaikan. (Wardoyo)