JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Blak-Blakan Pedangdut Ikke Nurjanah Soal Pengalaman Pahitnya. Ungkap Pernah Terpaksa Harus BAB...

Blak-Blakan Pedangdut Ikke Nurjanah Soal Pengalaman Pahitnya. Ungkap Pernah Terpaksa Harus BAB Rame-Rame di Sungai

110
BAGIKAN

DUTA SANITASI- Pedangdut legendaries, Ikke Nurjanah saat tampil sebagai Duta Sanitasi dalam Deklarasi Karanganyar sebagai Kabupaten Stop BABS, Minggu (12/11/2017) malam.Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Agenda Deklarasi Karanganyar sebagai Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) dan Tuntas Akses Sanitasi Menyeluruh, di Pendapa Rumdin Bupati, Minggu (12/11/2017) malam menghadirkan sisi lain yang menarik. Adalah kehadiran penyanyi dangdut papan atas, Ikke Nurjanah yang membuat suasana deklarasi malam itu menjadi makin berkesan.

Tampil dengan busana hijab warna biru, penyanyi bernama asli Hartini Erpi Nurjannah itu memang menyedot perhatian banyak pengunjung. Namun, tak hanya itu saja, Ikke yang diundang sebagai Duta Sanitasi itu juga turut memberikan petuah dan imbauan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dengan tidak buang air sembarangan.

Ternyata, predikat Duta Wisata yang ia sandang sejak 2015 itu bukan hadir begitu saja. Mantan isteri Aldi Bragi ini mengaku melakoni kampanye dan terus membangun kepedulian kepada masyarakat karena pernah punya pengalaman pahit tinggal di permukiman yang memaksanya harus BAB di sungai rame-rame.

Menurut penuturan penyanyi lagu Terlena ini, pada saat bertempat tinggal di Pademangan Timur, Jakarta Utara, akibat keterbatasan air, dia bersama seluruh warga harus buang air besar di sungai.

“Pengalaman pahit ini membuat saya tergerak untuk melakukan sesuatu kepada masyarakat, sebagaimana yang saya alami dulu,” ujar pelantun lagu Terlena itu.

Setelah didaulat menjadi duta sanitasi, Ike Nurjannah mengkampanyekan dan melakaukan edukasi tetang sanitasi, termasuk ke Kabupaten Karanganyar. Dalam kunjungannya ke berbagai daerah, wanita yang saat ini menggunakan jilbab ini, masih ditemukan warga buang air besar sembarangan.

“Di daerah perkotaan, masih ada warga yang buang air besar sembarangan, padahal fasilitas ada. Disinilah perlu dibangun kesadaran untuk berperilaku hidup sehat,” ujarnya.

Ike secara pribadi juga mengapresiasi komitmen bersama untuk stop BABS di Kabupaten berjuluk Bumi INtanpari.

“Kesadaran perilaku itu penting, dan ketersediaan fasilitas bagus, tapi juga harus terawat. Jangan sampai tidak terawat,” tandasnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan deklarasi SBABS itu sebagai tindaklanjut setelah setahun lalu telah disepakati bersama untuk tuntas sanitasi dalam satu tahun.

Menurutnya target itu ternyata bisa tercapai dan kini tinggal beberapa fisik dan diselesaikan di tahun 2018.

“Kades, PKK, Dharma Wanita diperbaiki perlaku masyarakat. Cek saluran sanitasi, bagus apa tidak. Kebersihan lingkungan di jaga,” kata Bupati Karanganyar.

Bupati juga menjelaskan bicara universal akses, sanitasi, sebenarnya sederhana namun ini bicara masa depan. Untuk sedot tinja dari rumah ke rumah, kantor-kantor juga termasuk agar tuntas. (Wardoyo)