JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Deklarasikan Stop BABS, Pemkab Karanganyar Siap Gelontor Jamban untuk 6.947 KK

Deklarasikan Stop BABS, Pemkab Karanganyar Siap Gelontor Jamban untuk 6.947 KK

26
BAGIKAN

KARANGANYAR—Pemkab Karanganyar bertekad menggenjot pemenuhan fasilitas untuk 6.947 kepala keluarga (KK) yang belum punya akses jamban secara layak. Selain itu, Pemkab juga menggulirkan fasilitas Kartu Sanitasi (Karsa) kepada 2.000 KK yang akan mendapat fasilitas sedot tinja gratis oleh armada Pemkab.

Hal itu terungkap dalam acara deklarasi Karanganyar sebagai Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan Tuntas Akses Sanitasi Menyeluruh di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Minggu (12/11/2017) malam. Deklarasi yang menghadirkan Duta Sanitasi sekaligus penyanyi dangdut Ikke Nurjanah itu ditandai dengan pembacaan komitmen dan tanda tangan bersama para pemangku kepentingan.

Sekda Karanganyar, Samsi mengungkapkan, data di Dinas Kesehatan tahun 2017 sudah tidak ada keluarga berperilaku BABS di Kabupaten Karanganyar. Lantas akses layak sudah mencapai 93,48 persen. Sedangkan sisanya 6,52 persen akan menjadi target untuk dituntaskan akses sanitasinya secara menyeluruh. Hal itu salah satunya diwujudkan dengan menggelontorkan Rp 9 miliar untuk jambanisasi tahun 2017. “Perlu bantuan yang terus dilakukan untuk jambanisasi bagi 6.947 KK dan sisanya kategori mampu akan membangun sendiri,” ujar Samsi.

Setelah stop BABS dan tuntas akses, nantinya masyarakat perlu menindaklanjuti dengan penyedotan tinja minimal setiap tiga atau empat tahun sekali. Pada kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis Karsa kepada empat KK yang berhak mendapat layanan sedot tinja gratis satu kali. Untuk tahap awal akan diterbitkan 2.000 Karsa.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, deklarasi stop BABS itu sebagai tindak lanjut setelah setahun lalu disepakati bersama untuk tuntas sanitasi dalam satu tahun. Menurutnya, target itu ternyata bisa tercapai dan kini tinggal beberapa fisik dan diselesaikan di tahun 2018. “Cek saluran sanitasi, bagus apa tidak. Kebersihan lingkungan dijaga,” kata Yuli.

Ia juga menjelaskan, bicara universal akses, sanitasi, sebenarnya sederhana, namun ini bicara masa depan. Untuk sedot tinja dari rumah ke rumah, kantor-kantor juga termasuk agar tuntas. Di tempat yang sama Koordinator USDP, Mees Van Krimpen mengatakan, mewakili seluruh tim dari USDP mengucapkan selamat untuk Kabupaten Karanganyar atas pencapaian yang penting ini, tentu dapat berbangga karena menjadi salah satu yang terdepan soal sanitasi.

“Kami sangat senang dengan segenap pemerintah Kabupaten Karanganyar dan pihak-pihak yang berperan dalam program ini. Karanganyar salah satu kabupaten/kota perintis dalam program USDP,” kata Mees Van Krimpen.

# Wardoyo