JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Dikejar Ratusan Korban, Pengelola Arisan Tembakan di Jetak Menyerah. Sepakat...

Dikejar Ratusan Korban, Pengelola Arisan Tembakan di Jetak Menyerah. Sepakat Mau Jual Sawah

642
BAGIKAN
Kapolres AKBP Arif Budiman. Joglosemar/Yok

SRAGEN– Desakan ratusan warga Dukuh Jetak, Desa Jetak, Sidoharjo yang menuntut jalur hukum terhadap pengelola arisan tembakan berinisial NV asal Jetak, rupanya membuat pengelola keder juga.

Pasalnya, hasil mediasi terakhir yang digelar di Polres, Senin
(20/11/2017), pengelola akhirnya menyanggupi akan menjual sawah milik orangtuanya untuk menutup semua kerugian para korban yang mencapai Rp 460 juta.

Hal itu disampaikan Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yuli Mona Soni, Selasa (21/11/2017). Kepada Joglosemar, AKP Yuli menyampaikan rencana pengerahan ratusan korban arisan ke Polres Senin (20/11/2017) memang hanya diwakilkan oleh beberapa tokoh saja.

Sesampai di Polres, tim kembali mengupayakan mediasi antara pihak perwakilan korban dengan pengelola arisan berinisial NV yang sebelumnya dilaporkan terindikasi menggelapkan semua dana arisan anggota.

Hasil mediasi, kedua belah pihak menyatakan sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Pihak pengurus arisan sepakat menyanggupi untuk membayar semua kerugian setoran para korban dengan berencana menjual sawah milik orangtuanya.

“Sudah ada kesepakatan kedua belah pihak yang juga sudah kami buatkan berita acara. Intinya dari pengelola sudah ada itikad baik untuk sanggup membayar kerugian Rp 460 juta. Tapi menunggu sawah milik bapaknya terjual dulu. Sawah itu lakunya ditaksir sekitar Rp 500 juta,” paparnya.

Sebagai bentuk keseriusan, selain dibuat berita acara, kesanggupan itu juga ditunjukkan dengan menghadirkan notaries dalam mediasi itu.

Notaris dihadirkan untuk diberi kuasa menjualkan tanah sawah milik pengurus yang akan digunakan untuk membayar setoran para korban.

Atas kesepakatan itu, pihaknya berharap para korban bisa bersabar dan menunggu pembayaran sampai tanah sawah itu terjual. Ia juga mengimbau agar korban mempercayakan kepada kepolisian untuk menyelesaikan persoalan ini dan tidak usah memberikan upaya hukum lain.

“Karena masalah sudah diselesaikan kepolisian, sebaiknya percayakan pada kepolisian. Kan sudah ada kesepakatan, tinggal menunggu sawah terjual. Ini memang sudah komitmen kami untuk memberi pelayanan terbaik dan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat,” tandasnya.(Wardoyo)