JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Gara-Gara Proyek Gorong-Gorong Teledor, Ribuan Pengendara Solo-Sragen Jadi Korban Kemacetan Parah

Gara-Gara Proyek Gorong-Gorong Teledor, Ribuan Pengendara Solo-Sragen Jadi Korban Kemacetan Parah

690
BAGIKAN

MACET PARAH- Antrian kendaraan memanjang dan mengular dari Duyungan sampai Purwosuman, Sidoharjo di jalur Sragen-Solo akibat pekerjaan proyek gorong-gorong yang dijalankan tanpa koordinasi dengan aparat. Jumat (16/11/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Kemacetan parah melanda jalur Sragen-Solo di sepanjang titik Duyungan, Sidoharjo hingga Krikilan, Masaran sejak Kamis (16/11/2017) hingga Jumat (17/11/2017). Adanya proyek pembuatan gorong-gorong di jalur utama depan PT Sakti Duyungan yang tidak berkoordinasi dengan aparat terkait, menjadi biang pemicu kemacetan parah yang membuat arus kendaraan nyaris tak bergerak selama 24 jam terakhir.

Pantauan Joglosemar, kemacetan panjang itu terjadi sejak dua hari lalu saat dimulainya proyek gorong-gorong oleh Balai Besar Jalan Nasional. Proyek yang dikerjakan dengan membongkar jalan nasional dan antar provinsi hingga 2/3 badan jalan dan hanya menyisakan 1/3 jalan itu, membuat arus kendaraan langsung macet.

Kemacetan sempat mengular sampai 5 kilometer baik dari arah Sragen maupun dari arah Solo. Pengendara dari dua arah sempat kelimpungan dan berusaha mencari jalur alternative lewat jalan-jalan kampung. Sistem buka tutup yang ditempuh oleh pekerja proyek itu, tidak mampu mengatasi kemacetan karena hanya satu jalur yang bisa lewat.

Terkait dengan insiden kemacetan terparah yang memicu protes dari pengendara itu, Polres Jumat (17/11/2017) langsung memanggil pihak rekanan penanggungjawab proyek yang dianggap teledor sehingga memicu kesengsaraan tersebut.

Saat dipanggil di Polres oleh Satlantas dan pihak terkait, pihak rekanan langsung dicecar dengan pertanyaan dan pelaksanaan proyek yang sama sekali tak mengindahkan kepentingan pengendara sehingga memicu kemacetan panjang.

Bahkan, rekanan tak berkutik saat ditanya kenapa tidak ada koordinasi terlebih dahulu terkait pengamanan arus untuk menghindari kemacetan.

“Memang ada pemberitahuan ke Polres tapi hanya pelaksanaan proyek selama 5 hari. Tapi tidak memberitahu kalau ternyata yang dibongkar 2/3 jalan dan hanya menyisakan 1/3 jalan. Tahu-tahu langsung main. Akibatnya macet parah. Bahkan tadi malam saya sampai terjun mengatur lalu lintas. Kasihan pengendara, karena macetnya panjang dan itu jalur nasional,” paparnya di Mapolres kemarin.

Kapolres mengaku tidak ingin menyalahkan. Akan tetapi ia berharap ke depan kejadian itu tidak terulang. Meskipun perbaikan jalur nasional harus dilakukan, akan tetapi setidaknya rekanan berkoordinasi terlebih dahulu dengan aparat utamanya untuk mengantisipasi rekayasa arus sehingga tak mengorbankan kepentingan pengendara.

“Tadi sudah kami peringatkan. Agar dipercepat sepertiga-sepertiga dipasang. Tiga hari harus selesai,” tukasnya.

ATUR ARUS- Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman (bermantel kuning) saat memimpin pengaturan arus kendaraan jalur Sragen-Solo yang macet total hampir 4 kilometer akibat proyek gorong-gorong di Duyungan, Sidoharjo, Kamis (16/11/2017) malam. Joglosemar/Wardoyo

Sementara, Kasat lantas Polres Sragen AKP Dwi Erna Rustanti menyampaikan kemacetan yang parah terjadi Kamis malam. Dia menyampaikan adanya kurang kordinasi penyedia jasa pembuatan gorong-gorong dengan kepolisian dan dinas terkait. Selain itu jika pengguna jalan kurang tertib dan dilakukan sistem buka tutup.

”Kemacetan sebenarnya tidak, tapi kita upayakan mengurai kendaraan kecil di jalan lain yang bisa dilalui, kalau siang kita minta dilewatkan tol, petang tidak kita lewatkan,” ujarnya.

Dia menyampaikan secara umum pelaksanaan pekerjaan berlangsung 5 hari. Namun Sabtu sudah dipastikan terpasang, tinggal melanjutkan untuk pengaspalan selama 2 hari tapi hanya memakan waktu1 jam.

”Yang notabene dua jalur, hanya dipakai satu jalur, karena jalannya hanya itu saja. Ditambah karena terhalang hujan,” terang kasat lantas.

Sedang pekerjaan jalan di Gambiran sudah dirasa aman. Lantaran sudah dilakukan simulasi, sedangkan roda 4 dialihkan melintasi ring road utara. (Wardoyo)