JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Geger 400 Lamaran Siluman di RSUD Karanganyar, DPRD: Hentikan Proses Seleksi Tenaga...

Geger 400 Lamaran Siluman di RSUD Karanganyar, DPRD: Hentikan Proses Seleksi Tenaga RSUD!

714
BAGIKAN
ilustrasi

KARANGANYAR– DPRD Karanganyar meminta agar manajemen RSUD setempat menghentikan rencana menggelar rekrutmen 100 tenaga operasional sebelum dilakukan pemberitahuan rekrutmen secara terbuka ke publik. Empat ratus berkas lamaran yang diklaim sudah masuk ke RSUD juga diminta tak serta merta diproses.

Seruan itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD setempat, Endang Muryani, Senin (6/11/2017). Kepada wartawan ia mengatakan bahwa ada perbedaan pernyataan yang disampaikan Dirut RSUD saat menggelar rapat kerja dengan KOmisi D dan kepada media.

Menurutnya, saat di hadapan Komisi D, Dirut sudah menyampaikan bahwa rekrutmen akan dilakukan dengan menyeleksi 400 berkas lamaran yang sudah masuk ke RSUD.

Karenanya, demi menjaga asas transparansi dan keadilan bagi masyarakat secara luas, dirinya meminta agar manajemen menghentikan rencana menyeleksi 400 berkas lamaran itu dan memulai tahapan rekrutmen dari awal secara terbuka apabila menghendaki rekrutmen.

“Waktu rapat kerja kemarin,beliau (Dirut) menyampaikan bahwa akan menggelar rekrutmen dan dia akan ambil 400 berkas lamaran itu yang nantinya akan diseleksi. Soal kebutuhan katanya masih dalam proses BKPSDM. Makanya kami minta proses untuk 400 berkas itu dibatalkan. Kalau mau merekrut ya diulangi dari awal diumumkan secara terbuka biar masyarakat yang ingin mendaftar tahu,” paparnya kemarin.

Sedangkan 400 berkas pelamar itu, apabila ingin mengikuti rekrutmen, nantinya bisa memasukkan lamaran kembali. Ia juga menekankan agar proses rekrutmen dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga yang professional. Hal itu juga demi menopang peningkatan mutu layanan RSUD yang selama ini dinilai masih sering dikeluhkan.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya manusia (BKPSDM) Karanganyar, Siswanto menyampaikan soal rekrutmen tenaga di RSUD hal itu sepenuhnya kepentingan dan kewenangan pihak RSUD sendiri. Termasuk analisa kebutuhan tenaganya juga yang mengetahui dan membuat RSUD.

“Kalaupun dibentuk tim melibatkan kepegawaian saya, mungkin lebih untuk cara nampa pegawaine piye. Kalau kebutuhannya kan yang tahu OPD masing-masing. Tapi kalau DPRD menyarankan agar dibuka transparan dan gandeng pihak ketiga, monggo saja kami setuju saja,” ujarnya.

Menurutnya, RSUD saat ini merupakan UPT dibawah Dinas Kesehatan Kabupaten. Sehingga kalaupun ada koordinasi, lebih ke DKK sebagai dinas teknis yang menaunginya.
Dirut RSUD Karanganyar, Wahyu Purwadi mengatakan rencana rekrutmen itu baru dalam tahap wacana. Soal desakan DPRD untuk menggandeng pihak ketiga saat rekrutmen, pihaknya pun siap. (Wardoyo)