JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Geger Pengeroyokan di Hajatan Campursari. Satu Pemuda Asal Sukodono Jadi Korban

Geger Pengeroyokan di Hajatan Campursari. Satu Pemuda Asal Sukodono Jadi Korban

1784
BAGIKAN
Ilustrasi

SRAGEN– Keributan di pesta hajatan kembali memakan korban. Seorang pemuda Irvan Saputra (21) asal Dukuh Bogowanti RT 17, Desa Pantirejo, Sukodono menjadi bulan-bulanan setelah dikeroyok sejumlah pemuda di pesta hajatan warga di Dukuh Ngunut, RT 2, Desa Trombol, Mondokan.

Pemuda itu mengalami luka sobek dan lecet di bagian wajah dan punggungnya. Korban mengaku mengalami kekerasan pengeroyokan oleh beberapa orang di lokasi hajatan.

Insiden keributan berbuntut pengeroyokan itu terungkap setelah orangtua korban, Sutarno (46) melaporkan kasus yang dialami putranya ke Polsek setempat, Rabu (22/11/2017). Berdasarkan data yang dihimpun di Mapolres Sragen kemarin, insiden pengeroyokan itu sebenarnya sudah terjadi sepekan silam tepatnya Rabu (15/11/2017) dinihari.

Namun korban memilih memendam dan tidak menceritakan karena ketakutan kalau kasus itu berkepanjangan dan dirinya jadi incaran pelaku lagi.

Kejadian itu baru terungkap ketika orangtua korban kaget saat melihat putranya melepas baju. Saat melihat punggungnya, ia kaget mendapati punggung putranya terluka parah lecet-lecet.

Saat melihat wajah anaknya, ia makin kaget karena terlihat lecet-lecet. Setelah didesak, korban baru mengaku bahwa dia telah menjadi korban pengeroyokan saat menghadiri hajatan berhiburan campursari di Dukuh Ngunut, RT 2, Desa Trombol, Mondokan.

Mendapati hal itu, orangtua korban yang tidak terima, langsung mendatangi ke Polsek Mondokan untuk melaporkan kejadian itu. Laporan itu juga disertai dengan hasil visum medis atas luka yang dialami korban.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

“Korban mengalami kekerasan saat joget di hajatan campursari. Saat ini masih dalam penyelidikan, ” paparnya. (Wardoyo)