JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Masyaallah.. Baru Sehari Ditertibkan, Warung Mesum dan PSK di Gunung Kemukus Nekat...

Masyaallah.. Baru Sehari Ditertibkan, Warung Mesum dan PSK di Gunung Kemukus Nekat On Air Lagi…

268
BAGIKAN
Obyek Wisata Gunung Kemukus. Foto Joglosemar | Insan Dipo Ferdias

SRAGEN– Upaya Pemprov dan Pemkab untuk membersihkan Obyek Wisata Makam Pangeran Samudera di Gunung Kemukus, Desa Pendem, Sumberlawang, rupanya terus menemui jalan terjal. Meski sudah dinyatakan terlarang untuk karaoke, warung mesum dan Pekerja Seks Komersial (PSK), faktanya bisnis haram itu belum lah benar-benar hilang.

Karaoke dan warung mesum yang sempat disegel awal November lalu, ternyata diam-diam dilaporkan kembali nekat beroperasi lagi. Bahkan, kebangkitan sarana yang identik dengan bisnis maksiat itu juga disertai dengan maraknya PSK yang kembali membanjiri warung dan karaoke liar di sana.

“Silakan bisa dilihat sendiri. Sekarang sudah kembali lagi seperti biasanya. Bahkan dulu itu, paginya warung dan karaoke disegel, malamnya sudah ada yang buka lagi. PSK-nya juga kembali lagi,” ujar YN, salah satu tokoh masyarakat Desa Pendem kepada Joglosemar, Minggu (12/11/2017).

Menurutnya, meski belum bangkit secara keseluruhan, jumlah karaoke dan warung mesum yang kembali buka hampir sepertiganya. Awal setelah penyegelan, hanya satu dua yang buka, namun karena dirasa aman, akhirnya satu persatu kembali ikut-ikutan buka.

Tak hanya malam hari, belakangan warung dan karaoke mesum itu juga sudah berani untuk beroperasi di siang hari. Wilayah yang paling banyak bangkit diketahui di Dukuh Kedunguter dan Gunungsari yang selama ini memang menjadi pusat lokasi warung dan karaoke beserta PSK-nya.

Jumlah PSK yang belakangan beroperasi lagi diperkirakan sekitar 60an orang.

Meski mengetahui, warga memang tak bisa berbuat banyak. Pasalnya mereka tak kuasa apabila harus berhadapan dengan preman yang selama ini menguasai bisnis di wilayah Kemukus. Perihal kebangkitan kembali bisnis maksiat itu, Kades Pendem, Hardiyana tidak menampik memang mendapat banyak menerima laporan dari warga.

Akan tetapi, Pemdes juga tak bisa berbuat atau menindak lantaran tak memiliki kewenangan untuk itu. Menurutnya sebenarnya Pemdes sangat mendukung langkah Pemkab dan Pemprov membersihkan karaoke, warung dan PSK dari Kemukus yang selama ini banyak merusak citra Kemukus sebagai wisata religi.

“Kalau desa dan warga sejak awal mendukung program pemerintah membersihkan karaoke, warung dan anak binaan. Karena faktanya memang begitu. Kemarin sudah disegel, kenyataannya memang ada lagi yang nekat buka. Anak binaannya juga begitu,” paparnya.

Terkait kebangkitan itu, Pemkab bersama dinas terkait dikabarkan langsung menggelar rapat koordinasi untuk menindak kembali warung, karaoke dan PSK yang bangkit itu dua hari lalu. Informasi yang dihimpun Joglosemar, rapat digelar di Kantor Kecamatan Sumberlawang dengan dihadiri pimpinan Satpol PP, DInas Pariwisata dan dinas terkait lainnya.

Terkait kebangkitan karaoke, warung mesum dan PSK di Kemukus untuk kesekian kalinya itu, Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Tasripin menilai hal itu tidak apa-apa. Menurutnya dalam waktu dekat, pihaknya bersama tim gabungan sudah menyiapkan strategi untuk menyikat habis semua karaoke, warung mesum hingga PSK yang masih nekat tersebut.

“Tunggu saja tanggal mainnya. Pokoknya kita sikat semua,” tegasnya Minggu (12/11/2017).

Sementara, Kapolres Sragen, AKBP Arif BUdiman memandang bahwa persoalan penutupan dan pembersihan bisnis maksiat maupun PSK di obyek wisata Kemukus memang menjadi ranah Pemkab karena menyangkut penegakan Peraturan Daerah (Perda). Meski demikian, apabila dimintai bantuan dan dilibatkan, kepolisian siap membackup kegiatan Pemkab untuk penertiban.

Ia juga menegaskan meski penutupan wewenang Pemkab, selama ini aparat juga tak tinggal diam. Patroli terus dilakukan bagik dari fungsi Sabhara maupun patroli rutin yang setiap hari digelar oleh Polsek setempat.

“Kalau Polres sifatnya hanya back up saja, tapi untuk penutupan dan penegakan Perda itu wewenang penuh Pemkab. Yang jelas kita siap kalau memang diminta membackup kegiatan pembersihan lagi. Kemarin waktu operasi gabungan dengan tim Pemkab, Polres juga membackup personel,” tandasnya. (Wardoyo)