JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Pesta Hajatan di Kedawung, Sragen Berubah Mencekam. Hanya Njoget Kesenggol, Ada...

Pesta Hajatan di Kedawung, Sragen Berubah Mencekam. Hanya Njoget Kesenggol, Ada Yang Ngoboi Ngamuk dan Nodongkan Pistol…

8723
BAGIKAN
Ilustrasi

SRAGEN– Warga di Dukuh Kepoh, Desa Wonokerso, Kedawung, digemparkan dengan aksi sok jagoan yang dilakukan oleh seorang karyawan di usaha pupuk desa setempat berinisial FRD (40). Hanya gara-gara tidak terima jogetan dan kesenggol, FRD nekat mengancam dan menodongkan pistol ke sesama tamu yang hadir dan ikut berjoget di hajatan warga di desa setempat.

Pria tersebut nekat ngoboi dengan mengancam salah satu tamu yang menyenggolnya dengan menggunakan pistol. Aksi itu sempat membuat suasana hajatan pernikahan salah satu warga itu mencekam dan tamu-tamu berhamburan.

Sempat dikabarkan diamankan di Polsek, namun pria tersebut secara mengejutkan kemudian dilepaskan tanpa proses hukum. Hal itulah yang kemudian mengundang kecurigaan warga yang sudah terlanjur trauma dan kaget atas aksi penodongan pistol tersebut.

Aksi ngoboi itu terungkap setelah kabar tersebut ramai menjadi perbincangan warga, sejak dua hari terakhir. Salah satu warga, AD (30), asal Dukuh Kepoh, Wonokerso, Kedawung menuturkan aksi koboi kampung itu terjadi pada saat pesta hajatan yang digelar salah satu
warga akhir pekan lalu.

“Ceritanya malam itu yang bersangkutan datang dan ikut joget bareng cah nom-nom. Sudah agak malam wong sebagian tamu yang tua-tua sudah pulang. Entah karena njoget kesenggol atau kena apa, tahu-tahu dia langsung mengamuk dan mengeluarkan pistol. Lalu pistol itu ditodongkan ke salah satu yang njoget dan nyenggol dia itu. Ditodongkan pas kepala, semua pada njerit dan berusaha menenangkan,” paparnya diamini rekan-rekannya, kepada Joglosemar, kemarin.

Akibat insiden itu, suasana hajatan mendadak menjadi mencekam. Warga dan tamu yang ketakutan langsung beringsut dan pulang. Kejadian baru bisa mereda setelah beberapa tokoh dan pengamanan hajatan meredakan emosi FRD.

Menurut AD, tak lama berselang, FRD diketahui sempat dibawa ke Polsek. Akan tetapi, pagi harinya sudah dilepaskan dan tidak ada tindakan apa-apa. Kapolres Sragen, AKBP Arif BUdiman mengaku belum menerima laporan tersebut.

Sementara, Kapolsek Kedawung, AKP Bambang Susilo tidak menampik bahwa memang ada kejadian penodongan pistol di arena hajatan yang dilakukan oleh FRD. Menurutnya, kejadian itu dipicu oleh emosi pelaku yang mungkin kesenggol saat berjoget bersama di pesta hajatan.

Ia mengatakan, pistol yang ditodongkan pelaku diketahui berjenis air soft gun. AKP Bambang tidak menampik sesaat setelah kejadian, pelaku memang sempat dibawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangan. Perihal kabar dilepaskan, menurutnya karena saat ini masih dilakukan pengembangan dan penyelidikan.

“Pistolnya sudah kita amankan. Ini masih kita selidiki. Dia hanya karyawan bekerja di pengusaha pupuk. Kejadiannya sudah beberapa hari lalu. Di pesta hajatan, dia ikut njoget bareng-bareng. Mungkin karena kesenggol dan emosi lalu ngancam dan nodongkan pistol. Tapi yang
diancam cuma satu orang,” jelasnya. (Wardoyo)