JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Polres Sragen Ringkus 20 Tersangka Bandar dan Pengedar Pil Koplo. Barang Buktinya...

Polres Sragen Ringkus 20 Tersangka Bandar dan Pengedar Pil Koplo. Barang Buktinya 60.000 Butir Lebih

649
BAGIKAN

SINDIKAT PIL KOPLO- Kapolres Sragen, AKBP Arif BUdiman saat memimpin gelar pengungkapkan sindikat pengedar pil koplo dan obat terlarang via media sosial, di Mapolres, Jumat (16/11/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengungkapkan sudah mengidentifikasi obat-obatan terlarang dan pil koplo yang disita dalam penggerebekan dua Bandar muda asal Sambirejo, berasal dari pasokan luar kota. Saat ini, tim masih mengintensifkan pelacakan terhadap pemasok untuk menuntaskan pengusutan sindikat peredaran obat-obatan terlarang yang marak di Sragen tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolres saat memimpin gelar keberhasilan pengungkapan sindikat Bandar obat-obatan terlarang dan pil koplo di Polres, Jumat (16/11/2017). Dua Bandar yang diamankan itu bernama Nikko Ardi Saputra alias Bernat (23), warga Dukuh Purworejo RT 07, Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen dan Tri Wibowo alias Bowo (28), warga Dukuh Cetokan RT 21, Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Sragen.

Keduanya ditangkap secara beruntun dalam penggerebekan dan pengembangan oleh tim Satres Narkoba dua hari lalu. Keduanya menjual obat keras yang lebih dikenal dengan pil koplo tersebut dengan memanfaatkan media sosial.

“Modus yang digunakan pelaku adalah dengan memanfaatkan media sosial untuk melakukan transaksi,” kata Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, Jumat (16/11/2017).

Dari keduanya, petugas mengamankan barang bukti yang berhasil disita dari tersangka Bernat antara lain, enam butir tablet Merlopam, 74 butir pil warna putih berlogo “Y”, 60 butir tablet trihexypenidil, 159 kapsul tramadol, sebuah handphone merk OPPO warna putih dan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 150.000.

Sedangkan barang bukti yang diamankan dari tersangka Bowo adalah 630 butir pil warna putih berlogo “Y” yang sudah dibungkus dalam paket-paket kecil, uang hasil penjualan sebesar Rp 435.000, sebuah handpone merk Nokia warna biru.

“Dari hasil penyelidikan, memang sudah ada beberapa yang teridentifikasi sebagai pemasok. Pemasoknya dari luar kota. Tapi belum bisa kami sampaikan karena masih dalam tahapan penyelidikan dan pengusutan,” paparnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka bakal dijerat dengan Pasal 62 UU No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika subsider Pasal 196 dan atau Pasal 197 UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Sementara, Kapolres menyampaikan imbauan kepada orangtua agar mengawasi pergaulan dan perilaku putra-putrinya.

Sebab dari hasil pengungkapan tersangka pengedar dan Bandar pil koplo yang sudah tertangkap, termasuk dua tersangka asal Sambirejo itu, mayoritas menyasar pada kalangan remaja dan pelajar. Ditambahkan selama hampir setahun ini, Polres sudah menangkap sedikitnya 20 tersangka Bandar dan pengedar pil koplo dengan barang bukti hampir 60.000 butir. (Wardoyo)