JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Polwan Cantik Ini Curi Perhatian Saat Operasi Zebra di Trowong Sragen. Sebanyak...

Polwan Cantik Ini Curi Perhatian Saat Operasi Zebra di Trowong Sragen. Sebanyak 105 Pengendara Langsung Ditilang

998
BAGIKAN
OPERASI ZEBRA CANTIK- Kasatlantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti saat memasang helm ke anak kecil bersama Polwan cantik dalam giat Zebra Candi 2017 di jalur Sistem Satu Arah (SSA) sebelah selatan Trowong Sragen Kota, Sabtu (11/11/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Sedikitnya 105 pengendara terjaring operasi Zebra Candi 2017 yang dipusatkan di jalur system satu arah (SSA) Sragen Kota, Sabtu (11/11/2017) pagi. Ratusan pengendara itu mayoritas ditangkap karena menerobos jalur dan tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan maupun surat berkendara.

Operasi Zebra Candi di jalur SSA itu dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti. OPerasi melibatkan 31 personel gabungan baik dari Satlantas, Polres, Propam hingga TNI.

Menariknya, tidak hanya mengenakan blangkon dan berpakaian jawa, operasi pagi itu juga disemarakkan dengan kehadiran beberapa polwan cantik, salah satunya Kanit Dikyasa, Ipda Rhiena.

Bersama polwan dan Kasatlantas serta personel lainnya, ia juga sempat terlihat memasangkan helm ke pengendara perempuan sembari memberikan imbauan keselamatan. Kehadiran Polwan cantik dan personel berpakaian unik itu sempat menyedot perhatian warga dan pengendara di tengah kecemasan mereka karena harus diperiksa kendaraan dan kelengkapan surat-surat.

Operasi dibagi dalam dua titik yakni di Trowong dan di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcatpil).

Mewakili Kapolres AKBP Arif BUDiman, AKP Dwi Erna mengungkapkan jalur SSA dipilih sebagai lokasi operasi kemarin karena dinilai tingkat kepatuhan pengendara terhadap jalur satu arah itu masih sangat rendah.

Menurutnya meski sanksi penindakan sudah mulai diberlakukan sejak 19 Oktober, pelanggaran di sepanjang jalur SSA masih sangat signifikan.

”Itulah mengapa hari ini operasi kita pusatkan di jalur SSA. Tadi ada dua titik yang kita lakukan operasi. Hasilnya total ada 105 pengendara yang langsung kita kenai sanksi tilang,” paparnya kemarin.

Dari 105 pengendara itu, 96 pengendara ditilang dengan barang bukti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang disita. Sedangkan 3 pengendara disita surat izin mengemudinya (SIM) serta 6 pengendara lainnya terpaksa pulang jalan kaki karena kendaraan bermotornya disita akibat tidak bisa menunjukkan surat kendaraan.

Seluruh barang bukti SIM, STNK dan sepeda motor yang disita sementara diamankan di Mapolres. Kasatlantas menjelaskan khusus sepeda motor yang disita, nantinya bisa diambil setelah pemilik bisa menunjukkan surat kendaraannya.

Lebih lanjut, ia menguraikan dari mayoritas pengendara yang ditilang di jalur SSA kemarin, mereka tepergok menerobos jalur dan melawan rambu. Sebagian beralasan tidak tahu namun sebagian lagi beralasan pingin cepat.

Meski demikian, sanksi penindakan tetap diberikan mengingat tahapan sosialisasi sudah lewat dan setiap jalur sebenarnya sudah dipasangi rambu-rambu SSA.

‘”Alasannya begitu pinginnya cepet padahal rambu sudah terpasang. Dengan penindakan, harapannya masyarakat bisa secara sadar untuk membudayakan tertib lalu lintas utamanya di jalur SSA. Karena jalur SSA itu dibuat sudah dengan pertimbangan demi kelancaran lalu lintas juga. Apalagi kalau nanti sudah diterapkan double track lintasan kereta api, harapannya bisa mengurangi kemacetan di perlintasan,” tandasnya.

Di sisi lain, operasi kemarin juga menyajikan pemandangan berbeda. Pasalnya seluruh petugas yang melakukan pemeriksaan, mengenakan busana adat jawa dan blangkon bagi petugas laki-laki. Penggunaan atribut jawa itu dimaksudkan untuk membuat petugas lebih humanis dan tidak memberikan kesan menakutkan bagi pengendara. (Wardoyo)