JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Proyek Kereta Bandara Bikin Warga Bingung

Proyek Kereta Bandara Bikin Warga Bingung

161
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
SOSIALISASI KERETA BANDARA—Sejumlah kendaraan bermotor melintas di jalur kereta api Solo-Semarang di kawasan Kadipiro, Banjarsari, Surakarta, Senin (13/11/2017). Sosialisasi pembangunan jalur kereta bandara akan digelar pada Kamis (16/11/2017) besok.

SOLO – Kelanjutan proyek pembangunan jalur kereta api Bandara Adi Soemarmo – Stasiun Solo Balapan mulai menemukan titik terang. Pasalnya, pihak Kelurahan Kadipiro bakal menggelar kembali sosialisasi persiapan pembangunan jalur kereta api Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Solo Balapan.

Hal ini diungkapkan Lurah Kadipiro, Sugeng Budi saat dihubungi Joglosemar, Senin (13/11/2017) siang. “Ya nanti kita akan mengadakan sosialisasi lagi di tempat yang sama seperti yang dulu, besok Kamis (16/11/2017) malam. Nanti kejelasannya ada di sosialisasi besok,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, sosialisasi persiapan pembangunan jalur kereta api Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Solo Balapan di aula STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta diwarnai aksi penolakan. Lantaran materi sosialisasi dianggap belum matang serta belum ada kejelasan nilai ganti rugi dalam proyek tersebut.

Sementara itu, Humas PT KAI Daerah Operasi VI, Eko Budianto mengatakan dirinya belum dapat memastikan kelanjutan proyek pembangunan jalur kereta api bandara tersebut. “Maaf saya belum berani, nanti kalau sudah valid saya kasih tahu,” ungkap dia melalui pesan singkat.

Sebelumnya diberitakan, warga pemegang Hak Milik (HM) di Lemahabang, Kadipiro dibuat resah lantaran ada patok ukuran yang baru. Informasi yang dihimpun, patok tersebut mengalami pergeseran sekitar 6 meter dari patok yang lama.

Salah seorang warga RT 01 RW 21, Lemahabang, Suko menuturkan dirinya tidak tahu menahu pengukuran yang telah dilakukan PT KAI, lantaran dirinya tidak berada di rumah waktu itu. Dikatakan dirinya, beberapa warga terdampak lainnya yang memberi tahu ihwal pengukuran baru beserta penetapan jalur KA yang baru.

“Saya tahunya dari sosialisasi yang dulu, tiba-tiba kok ada pengukuran yang lagi. Ya tentu kita sebagai warga ya was-was dong, karena belum ada kepastian yang jelas. Warga ya ingin ada kejelasan tentang ini, apakah mengukur ulang atau menetapkan lokasi yang baru,” kata Suko, Minggu.

Suko dan warga lainnya hanya bisa pasrah, lantaran belum ada sosialisasi. Menurutnya, proses yang dikerjakan terkesan lambat. Dirinya dan bersama warga yang lain, terpaksa tidak merenovasi rumahnya karena belum ada kejelasan.

Rekarinta Vintoko